Punya Banyak Waktu Menulis, Justru Membuat Tidak Menulis
Oleh : Cahyadi Takariawan
“When I am working on a book or a story I write every morning as soon after first light as possible” — Ernest Hemingway
Saya setuju dengan ungkapan Jodi Picoult, penulis buku best seller Small Great Things. Ia menyatakan, hambatan menulis justru ketika seseorang memiliki terlalu banyak waktu. “Writer’s block is having too much time on your hands. If you have a limited amount of time to write, you just sit down and do it.”
Selama ini, banyak orang menggunakan kesibukan sebagai alasan untuk tidak menulis. “Saya tidak punya waktu untuk menulis”, ujar sangat banyak orang. “Saya sangat sibuk”, ujar sangat banyak orang lainnya. Mereka mengira, ketika memiliki banyak waktu, akan bisa menulis. Padahal tidak demikian.
Orang-orang yang merasa memiliki banyak banyak waktu menulis, sering kali justru bersantai. “Nanti masih ada waktu”, kata setan malas membisiki telinganya. “Harimu masih panjang, nanti saja menulisnya”, ujar setan yang lain. “Ini masih terlalu pagi untuk menulis”, setan pagi pun ikut datang.
Setelah tiba malam hari, setan datang lagi, “Hari sudah malam, saatnya kamu istirahat”. Nasihat yang tampak bagus. “Kamu perlu tenaga untuk kegiatan esok pagi, maka tidurlah segera”, ujar setan malam. Akhirnya hari yang panjang waktunya —tetap saja tidak menulis apa-apa.
Maka benar saran Jodi Picoult, “Batasi waktumu!” Dengan keterbatasan waktu itu, kita justru memiliki kekuatan penuh. Bukan “the power of kepepet”, ini adalah “the power of limit”. Miliki batasan, dan nikmati keterbatasan Anda. Justru di situ letak kekuatan Anda.
Oleh karena itu, menjadi penulis produktif bukan soal seberapa banyak waktu yang Anda miliki untuk menulis, namun seberapa efektif menggunakan waktu yang Anda miliki untuk menulis. Misalnya, seorang penulis memiliki waktu luang di hari libur. Ia cadangkan 6 jam untuk menulis di hari itu. Ternyata ia hanya menggunakan 30 menit untuk menulis.
Sementara ada seorang emak yang sangat sibuk dengan urusan rumah tangga. Ia sediakan waktu 1 jam untuk menulis, dan ternyata benar-benar ia mampu menulis satu jam sehari. Ketika membatasi waktu, justru akan memacu untuk disiplin menggunakan waktu tersebut.
Menentukan Batas Waktu
Kevan Lee (2014) menyajikan beberapa hasil studi ilmiah, yang menunjukkan waktu pagi adalah saat yang tepat untuk menulis. Sedangkan waktu malam adalah saat yang tepat untuk proofreading dan editing. Jika Anda menggunakan patokan ini, maka siapkan slot waktu yang limit di pagi hari untuk menulis. Mungkin hanya 30 menit, namun benar-benar Anda gunakan untuk menulis.
Misalnya, pukul lima pagi, Anda tetapkan sebagai aktivitas rutin harian untuk menulis, selama 30 menit. Maka Anda harus mengkondisikan segala sesuatu, agar membuat Anda benar-benar bisa menulis pada jam 05.00 hingga 05.30, sebelum Anda berangkat bekerja.
Sekali Anda beralasan —sehingga tidak menulis pada pukul 05.00 tersebut, maka untuk seterusnya Anda akan sangat mudah menerima alasan yang lain. Maka jangan beralasan. Jika waktu itu sudah merupakan hasil dari perencanaan yang matang, maka gunakan secara optimal untuk menulis.
Membatasi waktu untuk menulis, artinya memilih Zona Waktu Menulis yang paling tepat bagi Anda masing-masing, dan disiplin menjalankannya. Anda boleh memilih waktu yang peling tepat dan paling sesuai dengan situasi dan kondisi yang Anda hadapi. Namun satu kunci pentingnya adalah, Anda harus menulis pada waktu yang telah Anda tentukan tersebut.
Bahan Bacaan
Kevan Lee, The Best Time to Write and Get Ideas, According to Science, www.buffer.com, 10 Maret 2014

10 Komentar
abangdalil
Mantap pak cah,sangat inspiratif.
Cahyadi Takariawan
ayuk terus berkarya Abang, moga makin lancar menulis…
MUHAMMAD NURDIN
Siap menulis kembali.. Semangat
Cahyadi Takariawan
ayuk bang Nurdin, semangat berkarya…
Novita Ratna Andadari
Mantap sarapannya pak
Selalu melecut saya untuk membatasi waktu menulis
Terimakasih
Cahyadi Takariawan
terus berkarya mbak Novita, moga makin lancar menulis…
Hersanti Arnita
Terimakasih motivasinya pak cah…
Cahyadi Takariawan
makin produktif berkarya mbak Hersanti, moga makin lancar menulis…
Esti Yuliani
Jadi harus disiplin, ya, Pak Ustad?
Cahyadi Takariawan
yess…. terus berkarya mbak Esti, moga makin lancar menulis…