Mengenali Diri Sendiri Lewat Menulis
Oleh : Cahyadi Takariawan
“Knowing yourself is beginning all of wisdom” (Aristoteles)
Ada sangat banyak cara untuk mengenali diri sendiri. Berbagai disiplin ilmu telah memberikan gambaran proses mengenali diri, sejak dari konsep hingga teknis praktis. Dalam dunia psikologi, dikenal proses “journaling”, yaitu menuliskan pemikiran, perasaan dan berbagai kondisi diri secara rutin setiap hari.
Maragarita Tartakovsky dalam tulisannya di web Psych Central (2018) menyatakan, “One of the most powerful ways to get to know yourself is through journaling. Journaling helps you connect to your inner wisdom, which is especially important in our noisy world”. Menuliskan kondisi diri adalah cara yang sangat ampuh untuk mengenali diri sendiri. Menulis kondisi diri, akan membuat Anda tersambungkan dengan kebijakan diri, yang sangat penting untuk menghadapi dunia yang bising saat ini.
Mengenali diri sendiri, menurut Walter Mosley, bisa dilakukan dengan jalan menulis dan menerbitkan buku. Walter Mosley adalah penulis buku fiksi dan nonfiksi. Ia telah menerbitkan lebih dari 50 judul buku. Di antara bukunya yang best seller adalah serial detektif Easy Rawlins. Buku terbaru Mosley berjudul Elements of Fiction. Ia merasakan keasyikan dalam menulis, dan membuat lebih mengenal dirinya sendiri.
Dalam sebuah wawancara, sebagaimana dilaporkan oleh Mitzi Rapkin, ia menyatakan bahwa menulis adalah proses mengenali diri sendiri. Maka makin banyak seseorang menulis, ia akan semakin mengenali diri sendiri. Bahkan Mosley menyatakan, kesamaan antara proses menulis dengan psiko-analisis, yang berfungsi untuk menemukan kepribadian seseorang.
Bagi Mosley, menulis dan menerbitkannya menjadi buku adalah sebuah momentum penyingkapan diri yang luar biasa. Menulis, baginya merupakan aktivitas yang sangat menyenangkan. Oleh karena itu, ia meyakini, “The more that you do that work, the deeper you get into yourself”. Makin banyak Anda menulis, Anda akan masuk lebih dalam ke jiwa Anda sendiri.
Mosley menyatakan, kebiasaan menulis rutin setiap hari —satu hingga tiga jam, akan membawa Anda memasuki relung-telung terdalam dari diri Anda yang selama ini tidak pernah Anda mengerti. “If you write every day for a short period of time, one to three hours, you’re going to get deeper and deeper into those parts of yourself that you never understood”, ungkapnya.
Senada dengan itu, Sandy Grason, penulis buku Journalution menyatakan, “There are so many voices out there telling you who to be, how to act, what to do.” Namun, ada pula suara-suara dalam diri sendiri —sebagian memberikan kebijakan, sebagian lain melakukan kritik tajam. Maka, “Journaling is one way to get quiet,” ujar Grason.
Everyone Can Write a Book
Oleh karena menulis adalah proses penyingkapan jati diri, maka pada dasarnya semua orang bisa menulis buku. “I think that everyone can write a book”, ujar Mosley. Jika Anda menulis buku, bagian demi bagian buku itu sesungguhnya sedang mengungkap kepribdaian dan jati diri Anda sendiri. Meskipun Anda sedang berimajinasi bebas dalam menulis fiksi.
Bagi Mosley, menulis buku menjadi bagian penting dalam kehidupan seseorang. Buka akan mengubah kehidupan penulisnya —karena ia telah semakin mengenali diri sendiri melalui tulisan di buku iti. “I think almost everyone can, and I think that if they do, the writing of that book will change their lives”, ujar Mosley.
Pernah saya tulis dalam postingan sebelumnya, seorang Nenek Toyo Shibata mulai menulis buku di umur 98 tahun. Buku itu terbit saat ia berumur 99 tahun, dan menjadi best seller Jepang saat umurnya mendekati 100 tahun. Di usia yang sudah senja —Toyo wafat di usia 101 tahun, ia menulis buku perdana dan langsung best seller.
Saya juga pernah menulis tentang Hazimah Hasna, gadis cilik 11 tahun, hafizhah Qur’an, yang telah menerbitkan dua buku. Pada usia yang masih sangat muda belia, Hazimah telah menorehkan karya. Satu buku kumpulan cerpen, dan satu buku novel. Hal ini menandakan bahwa menulis bisa menjadi aktivitas yang ditradisikan sejak dini.
Benarlah keyakinan Mosley, everyone can write a book. Maka tolong jelaskan, mengapa Anda belum menulis buku?
Bahan Bacaan
Maragarita Tartakovsky, 5 Ways to Get to Know Yourself Better, www.psychcentral.com, 8 Juli 2018
Mitzi Rapkin, Walter Mosley: Everyone Can Write a Book, https://lithub.com, 13 Januari 2020

28 Komentar
Solikhin Abu Izzuddin
SIAP Gurunda
Mustika Astuti
Alhamdulillah….Jumat barokah….inspirasi pagi yang sangat luar biasa….matur nuwun pak…
Cahyadi Takariawan
semangat berkarya mbak…
Binti qoni'ah
Trmksh pak Cah…stvtdk bs menjlskan mengapa sy blm menulis
Cahyadi Takariawan
Hayuk menulis mbak BQ…
Yudha kusumawati
Selalu memantik semangat pembaca untuk siap menulis
Leni Cahya
Terima kasih Pak Cah. Insya Allah siap menulis dan menjadi sebuah buku.
Cahyadi Takariawan
yesss…. aamiin
Cahyadi Takariawan
hayuuukkk…
ekaibunyarizky
Kisak nenek Toyo Shibata dan dedek Hazimah Hasna menjadi contoh bahwa untuk menulis tidak dibutuhkan syarat usia. Terimakasih Pak Cah, pagi2 dapat sarapan bergizi ‘mengenal diri sendiri dengan menulis’.
Cahyadi Takariawan
betuuul mbak….
Novita Ratna Andadari
Belum menulis berarti pula belum mengenali diri sendiri
Terimakasih pak Cah sarapan bergizinya
Cahyadi Takariawan
ayuuuk terus berkarya mbak Novita…
Bejesyarief
Menarik untuk semakin mengenal diri lebih dalam …terima kasih suhu …
Cahyadi Takariawan
selamat beraktivitas bang BeJe…
Isnaillaila paramasari
Tulisan Pak Cah bikin saya merinding dan termotivasi.. Terima kasih pak Cah
LUKMAN H KHUMAIDY
Nderek sinau pak
Cahyadi Takariawan
ayuk belajar bersama bang…
Cahyadi Takariawan
yuk belajar dan berkarya terus mbak Isna…
Syifa
Salah satu bentuk syukur terhadap nikmat wujud berupa tulisan yang dibukukan.
Jazaakalloh Ustadz
Cahyadi Takariawan
yesss…. terus menulis mbak Syifa…
Dhiana Kurniawati
Bismillah…dicoba…mtr nwn pencerahannya
Cahyadi Takariawan
ayuk belajar bersama mbak…
Esti Yuliani
Alhamdulillah, sudah mulai menulis setiap hari berkat motivasi dari Pak Ustad. Terima kasih, Pak Cah.
Esti Yuliani
Alhamdulillah, … Saya sudah mulai menulis setiap hari berkat motivasi dari Pak Ustad. Terima kasih, Pak Cah.
Cahyadi Takariawan
alhamdulillaah…
Nurwahyu Kusumaningtyas
Menulis membuat dunia baru bagiku….dunia kebebasan berekspresi. Saat menulis semua jadi tak terasa…jam makanpun bisa terlewat sudah. Rasanya jiwa ini terlahir kembali dengan menulis….mudah mudahan semangat menulis kami tak terhenti sampai disini…cita2 jadi penulis yang dulu pernah diimpikan semoga tercapai. Aamiin,semoga kami bisa membahagiakan diri sendiri dan orang lain dengan tulisan2 kami.
Cahyadi Takariawan
Aamiin… terus berkarya mbak Nurwahyu, moga makin lancar menulis…