Dari Mu’allafah Menjadi Murabbiyah
.
Serial Arabika – Ajak, Rangkul, Bina, Kawal
@ Riaty Risanna Saragih (Tapanuli Tengah)
Nama saya Riaty Risanna Saragih, tinggal di daerah Pandan, Tapanuli Tengah. Saya seorang single mom, usia 56 tahun, dikaruniai 3 anak dan 2 orang cucu.
Dulunya saya seorang Nasrani, alhamdulillah atas izin Allah saya masuk Islam, menjadi Mu’allafah. Menerima hidayah melalui (almarhum) suami saya. Suami wafat 13 tahun yang lalu, bersyukur beliau telah mengajak saya mengenal Islam.
Saya mengikuti forum pembinaan pekanan sejak 11 tahun lalu. Saya sangat bahagia bisa terbina dalam tarbiyah hingga sekarang.
Awal ikut tarbiyah. Saya pernah berada dalam kondisi terombang ambing dan hampir kehilangan arah. Kehidupan saya terasa kacau balau, ditambah lagi keluarga besar mengharuskan saya kembali kepada agama sebelumnya. Bersyukur, Allah memberikan petunjuk dan hidayah kepada saya.
Saya mencari guru untuk menambah ilmu tentang Islam agar bisa menguatkan akidah saya. Alhamdulillah saya dipertemukan dengan guru yang kemudian menjadi Pembina saya.
Saya mulai belajar membaca Al-Qur’an melalui metode Iqra. Meskipun bacaan Alqur’an masih belum lancar dan terbata-bata, saya mengikuti forum pembinaan pekanan, bergabung dengan teman-teman yang sudah lancar membaca Al-Qur’an.
Mereka semua orang-orang salihah dan baik, semuanya menerima serta merangkul saya dan tetap menyemangati saya. Terkhusus Pembina saya, yang sangat pengertian dan sabar mendukung dan memahami segala keluh kesah saya, bahkan membantu secara finansial di saat saya kesulitan.
Waktu untuk pertemuan pekanan adalah saat yang sangat saya nantikan setiap pekannya. Alhamdulillah, Allah mendekatkan saya dengan orang-orang salih dan salihah yang saling mendoakan dan menguatkan.
Mulai Diberi Amanah Membina UPA. Saya mulai diberi amanah membina UPA semenjak 2 tahun terakhir ini. Sebenarnya saya tidak percaya diri untuk membina, dikarenakan latar belakang saya yang mu’allaf. Namun Pembina saya selalu memotivasi, dan memberikan amanah kepada saya untuk membina satu kelompok binaan.
Dengan terus belajar kepada Pembina dan memperhatikan cara Pembina saya dalam mengelola forum pembinaan, alhamdulillah saya mulai merasa ringan dan percaya diri. Tentu saja saya selalu berdoa kepada Allah agar diberikan kekuatan dan kemampuan dalam menjalankan amanah membina.
Ternyata sejak membina, saya merasa mendapatkan lebih banyak aspek tarbiyah, sehingga bisa meningkatkan kualitas iman. Saya juga merasa lebih kuat dalam menjalani proses kehidupan. Dan saya merasakan bahagianya membina.
Sekarang saya merasa ingin selalu mengajak orang lain untuk mengikuti pembinaan seperti ini. Saya mengajak keluarga dekat, sahabat ataupun kenalan, agar senang belajar.
Terus Belajar dan Mengajar. Meskipun sudah menjadi nenek, saat ini saya masih kuliah di sebuah kampus Islam di Tapanuli Tengah. Saya juga santri di rumah Qur’an Almuyasar. Belajar mulai dari kelas Tahsin 1 , Tahsin 2, Talaqi , dan sekarang ikut kelas Tahfiz. Alhamdulillah, berharap memiliki waktu yang penuh barokah, dengan niat mencari ridha Allah.
Di kampus dan lingkungan, saya membentuk halaqoh Qur’an untuk adek-adek angkatan kuliah dan teman satu angkatan. Mereka saya ajak untuk tilawah dan belajar Al-Qur’an, serta menyampaikan materi-materi tausiyah ringan.
Total kegiatan pembinaan yang saya dampingi saat ini, satu kelompok UPA, ditambah membina 2 kelompok taklim untuk mahasiswa, 1 kelompok pelajar SMA belajar mengaji Al-Qur’an, dan sekaligus mengajar anak-anak mengaji .
Saya juga mendapatkan amanah sebagai Ketua Komunitas Muallaf Sibolga Tapanuli Tengah untuk membina ibu-ibu Mu’allaf yg masih harus banyak belajar untuk menguatkan aqidah mereka. Tentu saja ini adalah perjuangan yang memerlukan kesabaran dan keikhlasan.
