Tarbiyah Itu Mudah

Motivasi sang Murobbiyah

Bagikan


Oleh: Ramlafatma

Medio tahun 2000, tepatnya di bulan Juli 2000, satu fase kehidupan baru saya masuki. Setelah menyelesaikan studi S1 di IPB Bogor, kampus di mana saya mengenal TARBIYAH untuk pertama kalinya, Allah memberikan kesempatan bekerja, yaitu di Sumbawa, NTB. Sungguh hal yg tak pernah terpikirkan sejak pertama kali merantau dari Makassar untuk menempuh pendidikan ke tanah Jawa.
Namun, bekerja sesuai bidang keilmuan adalah hal yg paling saya impikan karena bisa menerapkan ilmu yang telah didapatkan selama pendidikan, maka tawaran bekerja itu pun saya terima.

Sempat Muncul Keraguan di Hati
Namun, ada kesedihan dan kekhawatiran yang merasuk di hati, kala tempat tujuan baru adalah daerah yang belum saya ketahui kondisinya. Apakah ada aktivitas tarbiyah dan halaqah di sana.
Bercampur aduk perasaan saat itu, muncul keraguan apakah tawaran bekerja ini diterima atau tidak. Satu hal yang sangat menakutkan di dalam benak saat itu adalah futur, terhenti dari aktivitas perhalaqahan.

Penguatan dari sang Murobbiyah
Akhirnya, saya meminta pandangan dan nasihat dari murabbi saya, beliau menguatkan bahwa justru Allah tempatkan kita di daerah yang belum ada aktivitas tarbiyahnya karena Allah ingin kitalah yang membuka ladang dakwah itu di sana, dan Allah Maha Tahu bahwa jika kita yang dipilih, pasti kita yang sanggup dan bisa, dengan seizin-Nya.


Beliau meminta untuk beristikharah dan memberikan motivasi yang tak akan pernah saya lupakan sampai kapanpun. “Jika hanya ada 1 orang yg berdakwah di sana, maka pastikan bahwa itu adalah anti, lalu beristiqamahlah. Insyaallah pertolongan Allah akan ada.”
Lalu beliau berkata, “Berangkat saja dengan niat yang ikhlas, insyaallah semua akan dimudahkan oleh Allah.”

Hati Menuntun Langkah
Benar saja, sesampainya di Sumbawa, tak terlihat adanya aktivitas perhalaqahan. Syukurnya komunikasi dengan murabbi tetap intens, sehingga beliau memberi arahan dari jauh untuk bisa memulai langkah dakwah di Sumbawa. Sebagai penguatan tsaqafah agar saya tidak ketinggalan dalam materi-materi liqo’, beliau mengirimkannya via email.


Namun walaupun demikian, tetap saja ada kehampaan di hati jika tidak melingkar secara fisik. Dan pada akhirnya dipertemukan dengan lingkaran cinta yang baru walau harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk bertemu setiap pekannya.
Dari lingkaran cinta yg baru inilah, perambahan lahan dakwah baru dimulai….

Murobbi Mengarahkan, Mutarobbi Mengeksekusi
Aktivitas tarbiyah yang bisa cepat berprogres adalah di kampus. Maka, mulailah mem-fardhiyah beberapa mahasiswi melalui kegiatan Studi Dasar Islam (SDI) di kampus (saat itu baru ada 1 kampus swasta di Sumbawa).
Alhamdulillah dari acara SDI ini terbentuk 1 kelompok halaqoh akhawat yang menjadi cikal bakal perhalaqahan di Sumbawa.
Dan alhamdulillah saat ini sudah semakin banyak kampus yang menjadi ladang tarbiyah dengan ribuan mahasiswa yang terbina….

Merawat Anggota Halaqoh dengan Perhatian dan Cinta
Sejak pembentukan kelompok pertama berhasil, saya semakin bersemangat berdakwah di Sumbawa, walau anggota saat itu hanya berjumlah 5 orang. Mereka cepat memahami arah dan gerak dakwah ini. Mereka saya rawat dengan penuh perhatian dan cinta, dan pada akhirnya bermunculanlah kelompok-kelompok baru yang saat ini jumlahnya semakin banyak.
Para mutarobbi yang dirawat dengan cinta tersebut, saat ini semuanya sudah menjadi murobbi juga….

Jadikan Diri Terus Layak Membersamai Dakwah
Surah Al-Ma’idah Ayat 54 menggambarkan bahwa jika suatu kaum berpaling dari agama Allah, Allah akan mendatangkan kaum lain yang lebih baik, yang mencintai Allah dan dicintai-Nya untuk meneruskan dakwah.
Hal ini yang terus saya jaga agar terus bisa terbina dan membina, menyebarkan kebaikan sampai ke pelosok desa yg ada di Sumbawa.
Alhamdulillah, saat ini masih “dipakai” oleh Allah, diamanahkan membina 7 kelompok UPA dengan total anggota 88 org dan 3 kelompok MT dg jumlah anggota sebanyak 133 org. Dari binaan ini ada 25 org yang juga sudah menjadi murobbi.


Teruslah menebar dan menyampaikan kebaikan, tugas kita hanya sebagai penyampai risalah, hidayah adalah hak Allah, diberikan kpd siapa yg Dia kehendaki.

Wallahu ‘alaam🙏

Tinggalkan Balasan