buku
Sastra Budaya

Membuat Buku : Act Now, Act Fast !

Bagikan

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

Jika Anda lihat satu buku yang sangat tebal, ia terdiri dari beberapa bab. Jika Anda lihat satu bab, ia terdiri dari beberapa sub bab. Jika Anda lihat satu sub bab, ia terdiri dari beberapa paragraf.

Jika Anda lihat satu paragraf, ia terdiri dari beberapa kalimat. Jika Anda lihat satu kalimat, ia terdiri dari beberapa kata. Jika Anda lihat satu kata, ia terdiri dari beberapa huruf.

Dengan demikian kita tahu, huruf-huruf akan membentuk kata. Beberapa kata membentuk kalimat. Beberapa kalimat membentuk paragraf.

Beberapa paragraf akan membentuk sub bab. Beberapa sub bab akan membentuk bab. Beberapa bab akan membentuk buku.

Begitulah cara membuat buku. Hasil akhir adalah sebuah buku, namun ia terdiri dari bagian-bagian yang lebih kecil. Maka mulailah menulis dari bagian-bagian kecil itu.

Mulailah dari menyusun huruf-huruf menjadi kata. Teruskan menyusun kata-kata menjadi kalimat. Kemudian susunlah kalimat-kalimat menjadi paragraf, dan begitu seterusnya. Bekerja besar dengan memulai dari hal yang kecil.

Think Big

Prinsip pertama adalah think big. Berpikir besar, bermimpi besar, bahwa Anda akan membuat buku. Anda bisa tentukan target jumlah halaman buku, misalnya 200 atau 300 halaman. Ini adalah berpikir besar saat menulis kata dan kalimat.

Kata-kata bisa sama. Kalimat bisa sama. Namun, ketika kata-kata itu dibentuk untuk menyusun sebuah buku, akan berbeda nilainya ketika hanya berupa kata itu sendiri. Yang satu merupakan bagian dari hal yang lebih besar, yang satu merupakan dirinya sendiri.

Start Small

Lao Tzu menyatakan, “A journey of a thousand miles begins with a single step”. Perjalanan Anda sejauh apapun, selalu dimulai dari satu langkah. Buku Anda setebal apapun, selalu dimulai dari satu halaman.

Maka mulailah dengan menulis satu halaman buku Anda, yang terdiri dari 1000 karakter. Sebelum itu, mulai dengan menuliskan huruf-huruf sehingga membentuk kata-kata. Semua yang besar, selalu dimulai dengan yang kecil.

“Jika ditanya: bagaimana Anda menulis; saya akan menjawab: satu demi satu kata,” ungkap Stephen King.

Act Now

Jangan lagi menunda. Jika sudah menetapkan tujuan besar —berupa buku, menetapkan langkah kecil, lakukan mulai sekarang. Sejak Anda menentukan rencana tersebut, tidak menunda lagi. Semakin Anda tunda, semakin jauh untuk mencapai mimpi besar Anda.

Jika Anda mengatakan, “Saya akan mulai menulis besok, karena sekarang sibuk”, maka besok akan terjadi hal yang serupa. Karena Anda tidak pernah memiliki kondisi yang tidak sibuk.

Jika Anda mengatakan, “Saya akan mulai menulis ketika anakku sudah mulai masuk SD, karena sekarang ia masih balita”, maka saat anak sudah SD akan terjadi hal yang serupa. Saat anak masuk SD, Anda justru bertambah sibuk dengan aneka kegiatan lainnya.

Jika Anda mengatakan, “Saya akan mulai menulis ketika aku sudah pensiun, karena sekarang saya masih aktif bertugas”, maka saat Anda pensiun akan terjadi hal yang serupa. Kesibukan Anda justru bertambah banyak setelah pensiun nanti.

Maka mulailah dari sekarang. Jangan beralasan.

Act Fast

Bukan hanya act now, namun harus act fast. Seberapa cepat Anda bisa membuat buku? Hitung dan sesuaikan dengan kondisi Anda.

Mungkin Anda mampu membuat buku dalam sebulan. Sebagian dari Anda akan membuat buku dalam dua bulan, yang lain tiga bulan. Tidak masalah, namun kerjakan dengan maksimal.

Mungkin sehari Anda hanya menulis selama 30 menit, namun dalam rentang waktu tersebut Anda benar-benar menulis dengan cepat. Bukan melamun. Bukan chatting. Bukan mengantuk.

Inilah yang membuat Anda produktif membuat buku. Berpikir besar, memulai dari yang kecil, melakukan sejak sekarang, dan melakukan dengan cepat.

12 Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini:
Artikel ini telah dilihat : 287 kali.