Membina 14 UPA dan 4 MT Pekanan, Bisnis Tetap Berjalan
Serial Arabika – Ajak, Rangkul, Bina, Kawal
@ Cahyadi Takariawan
Namanya Purwani Puji Lestari. Akrab dengan panggilan Ummi Pur. Tinggal di Kota Jambi. Sehari-hari menjalani aktivitas sebagai ibu rumah tangga, berbisnis, dan berdakwah melalui pembinaan UPA serta Majelis Taklim (MT).
Berikut 14 fakta tentang Ummi Pur yang membina 14 UPA, semoga bisa menjadi inspirasi bagi kita semua.
Fakta 1 : Sebagian besar hidupnya untuk membina UPA. Ummi Pur berusia 50 tahun. Sepanjang 30 tahun hidupnya didedikasikan untuk membina UPA. Saat ini mendapat amanah struktural sebagai Sekretaris MPD PKS Kota Jambi. Ini semua menunjukkan kecintaan dan kesetiaan yang luar biasa di jalan dakwah.
Fakta 2 : Tiada hari tanpa UPA. Dalam sepekan, Ummi Pur rutin membina 14 grup UPA, dengan jumlah binaan 180 orang. Berarti rata-rata dalam sehari membina 2 kelompok UPA.
Fakta 3 : Menjadi pembina tetap dari 4 Majelis Ta’lim (MT). Ummi Pur rutin membina 4 MT ibu-ibu di beberapa masjid dan komunitas. Bahkan masih ditambah mengajar tahsin Qur’an pekanan atas permintaan warga perumahan.
Fakta 4 : 430 orang binaan. Jumlah total ibu-ibu yang belajar kepada Ummi Pur di masjid maupun komunitas berjumlah 250 orang. Jika digabung dengan 180 anggota UPA, berarti semua ada 430 orang. Ia berharap pahala jariyah dari aktivitas membina UPA maupun MT ini.
Fakta 5 : Care terhadap binaan. Sebagai Pembina, Ummi Pur menunjukkan sikap sangat care terhadap binaan. Ia meluangkan waktu menjenguk ketika ada binaan sakit, kena musibah, keluarganya wafat, atau baru lahiran, syukuran, tahlilan, kondangan, atau sekedar ingin curhat masalah kehidupan.
Fakta 6 : Seni mengatur jadwal. Ummi Pur selalu berusaha meluruskan niat karena Allah. Ia sering berdoa agar Allah memudahkan dirinya dalam mengatur seluruh jadual harian, agar semua agenda kebaikan bisa terlaksana dengan baik.
Fakta 7 : Mengaktifkan binaan. Apabila suatu saat Ummi Pur berhalangan hadir mengisi majelis UPA ataupun Majelis Taklim, ia mendelegasikan tugas kepada binaan untuk menggantikannya. Ini adalah upaya aktivasi, regenerasi dan kaderisasi terhadap binaan.
Fakta 8 : Pandai menciptakan variasi kegiatan UPA pekanan. Agar tidak monoton, Ummi Pur membuat variasi agenda. Sesekali waktu dibuat UPA gabungan. Kadang-kadang UPA mandiri dengan tugas membaca kitab Riyadhus Shalihin. Di waktu lain mengadakan kegiatan outdoor, atau silaturahim.
Fakto 9 : Tetap berbisnis. Agar bisa berdakwah dengan lancar, diperlukan dukungan dana. Ummi Pur berkomitmen “sunduquna juyubuna” (anggaran kami berasal dari kantong saku kami sendiri). Untuk itu, di rumah Ummi Pur membuka toko hijab dengan segmen pelanggan anak-anak sekolah.
Fakta 10 : Motto hidup untuk memotivasi diri. Ummi Pur punya motto hidup yang memotivasi dirinya. “Gelar sajadah kudu, gelar akademik mau, gelar dagangan jangan malu, gelar tikar (untuk UPA dan MT) perlu!”
Fakta 11 : Rajin dan tekun belajar. Untuk menambah ilmu, Ummi Pur terus rajin belajar dari para guru dan ulama. Selain itu, ia banyak membaca buku dan mengikuti aneka kegiatan untuk menambah wawasan.
Fakta 12 : Memulai dari memperbaiki diri sendiri. Ummi Pur memiliki tekad yang kuat, bahwa perubahan harus dimulai dari diri sendiri. “Perbaikilah diri sendiri sebelum mengajak orang lain. Aslih nafsaka wad’u ghairaka”.
Fakta 13 : Problem kesehatan. Ummi Pur pernah diprediksi dokter akan mengalami kelumpuhan dan harus menjalani pertawatan. Lebih dari setahun ia harus bolak-balik ke rumah sakit. Atas izin Allah, alhamdulillah rasa nyeri semakin berkurang.
Fakta 14 : Dukungan keluarga. Ummi Pur bersyukur bisa mendapatkan dukungan penuh dari keluarga. Suami dan anak-anaknya aktif mengikuti UPA pekanan.
Semoga Ummi Pur mendapatkan karunia kesehatan, segar bugar, panjang umur dalam keberkahan. Aamiin.
SerialArabika #TahunRekrutmenMasif #RekrutmenTarbawi #TarbiyahItuMudah
