Membersamai UPA Lintas Generasi
Serial Arabika – Ajak, Rangkul, Bina, Kawal
@ Cahyadi Takariawan
.
Namanya Evie Susanty. Ia masuk generasi milenial, suami dari generasi X dan memiliki satu putra generasi Alpha. Tinggal di Palembang.
Evie bergabung dengan UPA sejak tahun 2003. Selanjutnya, mulai menjadi pembina UPA sejak 2004.
Pengalaman pertama menjadi Pembina adalah ketika diberi amanah mendampingi kelompok mahasiswa saat di kampus. Pada usia 24 tahun, saat belum menikah, ia telah diberi amanah membina para ummahat. Tentu saja menjadi tantangan bagi dirinya yang belum menikah.
Seiring perjalanan waktu, saat ini Evie diberi amanah membina dua kelompok UPA dan satu kelompok majelis taklim (MT). Plus satu UPA di mana ia menjadi peserta. Dalam satu pekan, ia menjalani 4 forum dengan generasi yang berbeda.
Setiap hari Rabu ia membina MT yang beranggotakan 30 sampai 40 orang generasi baby boomers. Isinya para nenek.
Setiap hari Kamis ia rutin mengikuti UPA dengan anggota rata-rata masuk generasi X. Sudah memiliki anak yang menginjak dewasa.
Setiap hari Jum’at ia membina kelompok UPA generasi Y atau millenial, rata-rata kelahiran 1981-1986. Setiap hari Ahad ia membina kelompok UPA Gen Z.
Memang tidak banyak UPA yang ia dampingi. Tetapi dalam satu pekan Evie harus membersamai 4 generasi yang berbeda. Hal ini cukup menguras tenaga dan pikiran.
Latar belakang, corak permasalahan serta metode berinteraksi dengan 4 generasi ini tentu saja berbeda-beda. Ia harus pandai membawakan diri di setiap kelompok generasi yang berbeda tersebut.
Hari Rabu ia mendengar curhat para nenek. Hari Kamis ia menemukan dialog di UPA dengan anak yang beranjak dewasa, pada fase akan menikah. Hari Jumat ia banyak berdiskusi dalam tema parenting anak remaja. Hari Ahad berinteraksi dengan permasalahan khas gen Z.
Yang unik, saat ini ia bersama suami membina satu “keluarga UPA”. Ada yang ibunya satu kelompok UPA bersama dirinya, anak perempuannya ia bina, anak lelakinya dibina oleh suami, sedangkan bapaknya satu kelompok UPA bersama suaminya.
Ada juga di UPA lain, ibunya ia bina di hari Jumat, anak gadisnya ia bina di hari Ahad, dan anak lelakinya dibina suami pada hari Ahad malam.
Begitulah kisah membina UPA dengan 4 generasi yang berbeda. Semua punya cerita, semua punya dinamika. Sungguh sangat indah dan penuh pesona.
