Sastra Budaya

Jangan Lama Lama di Makassar

Bagikan

.

Karya : Cahyadi Takariawan

Jangan lama-lama di Makassar

Di kota ini sangat banyak penggoda iman

Coto Dg. Sirua, mana mungkin aku tinggalkan

Saat yang lain memilih sarapan pagi di penginapan

Aku memilih pergi sendirian

.

Palubassa Serigala, mana mungkin terlewatkan

Itu sajian makan siang yang sangat berkesan

Atau memilih sop saudara? Jangan bingung mengambil keputusan

Gulai kepala ikan Ulujuku, sangat cocok untuk santap makan malam bersama teman-teman

.

Ya, jangan lama-lama di Makassar

Di kota ini sangat banyak penggoda hati

Barongko pisang, makanan lezat bergizi

Konro bakar Karebosi, makanan enak untuk siang hari

Sedangkan sajian malam, tak sabar aku menanti

.

Ada otak-otak penuh sensasi

Ada pisang eppe di sepanjang pantai Losari

Bahkan panasnya Sarabba siap menemani hingga pagi

.

Maka jangan lama-lama di Makassar

Di kota ini sangat banyak penggoda mata

Menikmati sunset di Rotunda Terrace betah aku berlama-lama

Sejuknya suasana Bantimurung dan pegunungan Malino membuatku terlena

.

Kita dibuat takjub oleh pegunungan karst Rammang-rammang yang begitu perkasa

Atau sekedar jalan kaki menikmati segarnya udara Tanjung Bunga

Apalagi jika sempat ke Tanjung Bira

Rasanya enggan meninggalkannya

Apa bisa menandingi keelokan pulau Sammalona?

Sebelum malam kita harus sudah sampai di dermaga

.

Ya, jangan lama-lama di Makassar

Kota ini membuat jutaan kenangan tak kan terlupa

Siapa bisa meninggalkannya?

.

Makassar 19 Oktober 2015

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini:
Artikel ini telah dilihat : 81 kali.