barrier
Sastra Budaya

Bagaimana Menghilangkan Barrier Tulisan?

Bagikan

.

Oleh Cahyadi Takariawan

Saya sudah sering sampaikan, saat menulis, hendaknya kita berusaha menghilangkan barrier. Masih ingat apa itu barrier? Ya, benar, sesuatu yang menghalangi kenyamanan pembaca.

Salah satu contoh barrier yang membuat tidak nyaman pembaca, adalah kalimat yang terlalu panjang. Dengan kalimat terlalu panjang, pembaca menjadi capek. Ini membuat tidak nyaman pada pembaca,

Saya ambil contoh tulisan berikut ini, karya salah seorang peserta Kelas Emak-Emak Punya Karya batch 1 tahun 2020.

Yang jelas proyeksi buku pribadi pertama ada dua, yang satu dari kisah inspiratif membersamai anak-anak dan curhatan banyak bunda tentang anak dan keluarga, yang kedua dari kumpulan cerpen fiksi yang sudah dan dalam penyelesaian, semoga Allah mudahkan semua ikhtiar dan diberi ketetapan hati untuk istiqomah menyelesaikannya.

Coba perhatikan. Satu paragraf hanya satu kalimat, tapi amat sangat panjang. Berapa jumlah kata? Ada 47 kata.

Tulisan tersebut bikin pembaca pingsan. Terengah-engah, kehabisan nafas. Semua berwujud koma, tidak segera ketemu titiknya. Inilah contoh barrier.

Apa barrier dalam contoh di atas? Ya betul, satu kalimat terdiri lebih dari 20 kata. Bikin capek pembaca.

Agar lebih nyaman dibaca, hilangkan barrier itu. Bagaimana cara menghilangkan barrier pada contoh di atas?

Pecah kalimat di atas menjadi beberapa kalimat. Misalnya menjadi seperti ini.

Yang jelas proyeksi buku pribadi pertama ada dua. Yang satu dari kisah inspiratif membersamai anak-anak dan curhatan banyak bunda tentang anak dan keluarga. Yang kedua dari kumpulan cerpen fiksi yang sudah dan dalam penyelesaian. Semoga Allah mudahkan semua ikhtiar dan diberi ketetapan hati untuk istiqomah menyelesaikannya.

Setelah saya hilangkan barrier, satu paragraf terdiri dari empat kalimat. Ini maksimal, jangan lebih dari empat kalimat. Tapi juga jangan hanya satu kalimat.

Hendaknya membuat satu peragraf, rata-rata tiga kalimat. Minimal dua kalimat, maksimal empat kalimat.

Perhatikan paragraf di atas. Setiap kalimat selalu di bawah duapuluh kata.

Kalimat pertama, terdiri dari tujuh kata. Kalimat kedua, terdiri dari limabelas kata. Kalimat ketiga, terdiri dari sepuluh kata. Kalimat keempat , terdiri dari duabelas kata.

Dengan demikian, lebih enak dibaca. Lebih nyaman bagi pembaca. Membuat mereka bisa bernafas lega.

Bisa dipahami? Semoga bisa.

Bahan Bacaan

Cahyadi Takariawan, Kenali 5 Barrier untuk Pembaca, link : https://lockdown2020.id/kenali-5-barrier-untuk-pembaca/

Cahyadi Takariawan, Tulisan, Antara Pesan dan Kemasan, link : https://lockdown2020.id/tulisan-antara-pesan-dan-kemasan/

13 Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini:
Artikel ini telah dilihat : 411 kali.