outline
Sastra Budaya

Lima Langkah Membuat Outline Buku

Bagikan

.

Oleh Cahyadi Takariawan

“The writing process can be stressful, especially when you don’t know where to start. That’s why you need to begin with an outline” (Brandon Ramey, Herzing University)

*******************

Ketika Anda hendak menulis buku, baik fiksi maupun nonfiksi, penting bagi Anda membuat outline atau kerangka tulisan. Menulis buku, tidak sama dengan menulis satu artikel. Tanpa outline, bisa mengacaukan penulisan buku.

Brandon Ramey menyatakan, proses menulis bisa membuat Anda stres, jika tidak tahu dari mana memulainya. Inilah pentingnya Anda memiliki outline tulisan. Dengan outline, Anda akan lebih mudah menulis secara terstuktur dan sistematis.

Outline juga berfungsi untuk membatasi, agar tulisan Anda tidak melebar kemana-mana. Meskipun menulis buku yang tebal dan memerlukan waktu berbulan-bulan, namun tetap fokus on the track, karena terbimbing oleh outline.

Outline juga membuat Anda mengetahui referensi apa yang diperlukan untuk menulis buku. Dengan demikian Anda bisa mengumpulkan dari awal bahan-bahan bacaan yang mendukung tulisan.

Berikut lima langkah pembuatan outline buku, yang diajukan oleh Brandon Ramey dari Herzing University.

  • Choose Your Topic and Establish Your Purpose

Pertama kali, Anda harus menentukan topik atau tema untuk buku Anda. Pilih topik yang hendak Anda sampaikan dalam buku, dan tentukan “who” dan “do”.

Who, siapa segmen pembaca Anda? Do, apa yang Anda harapkan dari pembaca setelah membaca buku Anda? Ini perlu Anda tetapkan dari awal.

Tentu saja, Anda juga sudah harus jelas dengan jenis tulisan yang hendak Anda jadikan buku. Anda mau menulis fiksi atau nonfiksi, bercorak seperti apa tulisan Anda?

  • Create A List Of Main Ideas

Berikutnya, buatlah daftar ide utama yang hendak Anda sampaikan melalui buku. Apa ide penting dari isi buku Anda tersebut? Buatlah daftar ide penting, agar tidak ada yang tercecer saat mulai menulis buku nantinya.

Ide penting itu bisa bermula dari realitas yang dihadapi, bisa bermula dari masalah, bisa bermula dari konstruksi pemikiran positif. Sangat banyak cara pendekatannya.

  • Organize Your Main Ideas

Setelah memiliki daftar ide penting, sekarang strukturkan ide-ide penting tersebut. Buat sistematika yang runut, sehingga pembaca merasa nyaman, tidak lompat-lompat. Misalnya, Anda buat kategorisasi dan Anda buat sistematika, menjadi lima bab atau lima bagian.

Anda bisa membuat penilaian, mana yang paling penting atau paling utama dari ide yang ingin Anda sampaikan melalui buku. Anda juga harus menentukan, di bagian mana ide paling utama tersebut Anda letakkan. Ini harus tercermin dalam outline.

  • Flush Out Your Main Points

Setelah membuat sistematika, segera buat detail rincian pada setiap ide penting Anda tersebut. Sebagai contoh, dari jika Anda membagi buku menjadi lima bagian atau lima bab, berikan rincian detail pada setiap bagian tersebut.

Berikan ‘daging’ pada kerangka tulisan yang Anda buat, selipkan quotes, perkuat dengan Analisa / teori tertentu. Ini akan membuat ide utama dalam setiap bab semakin jelas dipahami pembaca.

  • Review and Adjust

Setelah Anda memerinci ide menjadi satuan-satuan yang lebih kecil, lihat ulang keseluruhannya. Anda boleh melakukan penyesuaian yang diperlukan, agar bisa lebih sistematis dan lebih nyaman dibaca.

Outline buku bukan hal yang kaku, ia bisa berubah dan mengalami penyesuaian. Cermati lagi sebelum memulai penulisan, sampai Anda merasa yakin dan mantap dengan outline tersebut.

Setelah mantap, baru mulai menulis. Anda boleh meminta masukan dan penilaian dari teman-teman, sehingga memperkaya dan memperbagus kualitas buku nantinya.

Bahan Bacaan

Brandon Ramey, 5 Steps to Create the Perfect Outline, www.herzing.edu

22 Komentar

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini:
Artikel ini telah dilihat : 570 kali.