Anggota DPRD Luwu Timur, Membina 6 UPA Tiap Pekan
Serial Arabika – Ajak, Rangkul, Bina, Kawal
Oleh : Cahyadi Takariawan
.
Siapa bilang kesibukan sebagai anggota DPRD membuat tidak bisa lagi membina UPA? Jangankan membina, bahkan ada anggota DPRD yang jarang hadir di forum UPA dengan alasan kesibukan. Anggota DPRD yang satu ini menjadi bukti nyata, kesibukan di legislatif tidak menjadi penghalang membina banyak UPA.
*****
Sekarang kita rihlah ke Luwu Timur, Provinsi Sulawesi Selatan. Di sana kita bertemu dengan ibu Prima Eyza Purnama, salah seorang perempuan anggota DPRD Luwu Timur.
Berpindah-pindah. Tumbuh dan besar di Kota Padang, kemudian tinggal di Depok. Sekitar 18 tahun lalu Prima pindah ke Sorowako, Sulawesi Selatan. Menetap hingga sekarang.
Adaptasi kultural. Tumbuh di berbagai kota yang berbeda, membuat Prima harus banyak beradaptasi dengan budaya masyarakat setempat, sebelum secara perlahan mengajak mereka mengikuti majelis pembinaan pekanan.
Segudang amanah. Saat ini Prima dipercaya menjadi Anggota DPRD Kabupaten Luwu Timur periode 2024–2029. Meski menjadi anggota DPRD, namun visi kaderisasi sangat kuat melekat dalam dirinya. Maka tidak mengherankan jika Prima diamanahkan sebagai Ketua BKAP DPD PKS Luwu Timur.
Tarbiyah sejak SMA. Prima telah mengikuti forum pembinaan sejak duduk di bangku SMA. Tahun 1995 dirinya mengikuti pembinaan rutin, dan mulai terlibat membina sejak tahun 1999 semasa kuliah di kampus. Hingga saat ini ia tetap konsisten berada dalam aktivitas tarbiyah; dibina sekaligus membina.
Pendekatan yang hangat bersahabat. Cara pendekatan yang hangat dan terbuka membuat banyak ibu-ibu akhirnya tertarik ikut majelis pembinaan. Mereka merasakan bahwa UPA bukan sekadar pengajian, tetapi tempat belajar Islam yang sangat dibutuhkan untuk memperbaiki diri, keluarga, dan kehidupan bermasyarakat.
Dinamika UPA. Salah satu pengalaman menarik terjadi ketika seorang ibu yang baru pertama kali hadir bertanya dengan polos, “Kalau ikut UPA harus pakai gamis ya? Tidak boleh pakai celana panjang?” Pertanyaan itu muncul karena kekhawatiran tidak sesuai dengan standar berpakaian yang ia bayangkan.
Jawaban menenangkan. Prima Eyza menjawab dengan sederhana namun menenangkan, “Tidak ada pakaian seragam, Bu. Siapa saja boleh ikut UPA. Kita di sini sama-sama belajar Islam.” Sikap terbuka ini menghadirkan rasa nyaman untuk selalu hadir UPA pekanan dan sama-sama belajar.
Membina 6 UPA. Dalam sepekan, Prima membina 6 UPA. Dengan kesibukan sebagai legislator daerah, ia tetap menjaga majelis UPA pekanan sebagai komitmen utama dalam membangun manusia melalui pembinaan keIslaman yang intensif dan komprehensif.
Pesan untuk semua kader. “Jangan pernah meremehkan majelis-majelis kecil pembinaan. Dari majelis kecil itulah akan lahir pribadi-pribadi yang kuat imannya, luas ilmunya, serta kokoh komitmennya terhadap dakwah.
Perlu kesabaran. “Jalan ini memang membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan pengorbanan. Namun justru disitulah letak kemuliaannya. Kita mungkin tidak selalu melihat hasilnya secara langsung, tetapi Allah Ta’ala tidak pernah menyia-nyiakan setiap langkah yang dipersembahkan di jalan-Nya”.
Anda membina berapa kelompok UPA? Coba tuliskan kisahnya.
#TarbiyahItuMudah #TahunRekrutmenMasif #SerialArabika #IndonesiaMembina
