Lockdown

Tertawa Pertama di Masa Pandemi

Bagikan

.

Oleh : Imam Dimyati

.

Tertawa itu mudah. Semua orang bisa tertawa dengan gayanya sendiri-sendiri. Tapi bagi saya ternyata tidak mudah untuk tertawa setelah 16 Maret 2020.

Ya… Saat itulah pemerintah –khususnya pemda DIY– mengumumkan darurat covid 19. Kebijakan lockdown membawa konskuensi penutupan bandara Adi Sutjipto dan bandara baru nan megah Yogyakarta International Airport.

Demikian pula semua pusat transportasi, semua  penerbangan berhenti. Bagi pelaku bisnis pariwisata, tour dan travel dan sejenisnya –terpaksa tiarap. Nyaris tidak ada aktivitas apapun.

Senyum dan tawa pun hilang. Tidak ada lagi komplain pelanggan tentang reschedule, tidak ada lagi pengumuman cancelation dari maskapai, tidak ada lagi long week end yang heboh.

Bahkan tidak ada lagi bunyi ring tone memanggil. Ponsel yang biasa dibawa ke mana mana, bahkan saat ke masjid, ditinggal di sembarang tempat.

Waktu terus berjalan. Hari demi hari, minggu  dan bulan terus berganti. Tidak ada kejelasan kapan pandemi ini berakhir.

Ternyata menganggur itu melelahkan. Selelah-lelahnya orang bekerja ternyata masih lelah menganggur.

Meski demikian, saya menghibur diri dengan kiriman poster meme dari grup whatsapp Wedangan. “Nganggur ki nek ditlateni hasile yo lumayan”. Meski lucu, tapi ini berkategori “marai mangkel”.

kedai kopi pak rohmat menoreh

Hingga tiba suatu hari yang ajaib. Hari itu, 16 Agustus 2020, teman-teman di sebuah grup WA mengajak ngopi ke Kedai Kopi Pak Rohmat di Bukit Menoreh. Saya memutuskan untuk ikut.

Tidak terasa sudah 5 bulan saya tidak bepergian. Mengunjungi Kedai Kopi Pak Rohmat merupakan perjalanan dolan saya yg pertama sejak pandemi.

Sambil ngopi di bukit Menoreh, kami saling berbagi kisah tentang dampak dari pandemi.

Cerita saya barangkali yang paling membuat teman-teman antusias memberikan respon. Secara spontan mereka bilang, ternyata hari itulah saya pertama kali bisa tertawa tawa setelah lima bulan dilanda pandemi.

Acara ditutup dengan doa dan tausiah dari ustadz Ahmad Khudori Lc, Beliau menyampaikan agar kita harus tetap bahagia apapun situasinya. Agar kita bisa membahagiakan anak, istri dan orang-orang di sekitar kita.

Dan tertawa itu sungguh menyehatkan. Ngopi pun bisa membuat kita bahagia, yang pada akhirnya meningkatkan imun tubuh.

Ayo ngopi ke Pak Rohmat di Menoreh.

Tinggalkan Balasan

Artikel ini telah dilihat : 130 kali.