Semua Bisa Membina UPA, yang Penting Mau Melakukannya
Arabika Series – “Ajak, Rangkul, Bina, Kawal”
@ Cahyadi Takariawan
“Jangan di-up load ya ustadz,” ujar lelaki itu, usai saya wawancara via telepon.
“Kenapa akhi?” tanya saya.
“Waduh, tidak enak saya ustadz… Saya cuma kader biasa, bukan ulama, bukan ustadz…” jawabnya.
“Justru itu daya tariknya. Kalau antum ulama atau ustadz alumni Timur Tengah, jadinya malah biasa saja. Orang akan bilang, ya wajarlah kalau banyak binaan, kan dia ustadz alumni Timur Tengah…” ungkap saya.
****
Saya belum lama mengenal namanya. Meskipun sebenarnya sudah pernah bertemu dalam beberapa kegiatan di Slawi dan Tegal. Namun belum mengenal, baik nama maupun orangnya.
Namanya mulai saya dengar usai acara Bimtek Anggota DPRD se Jawa Tengah di Yogyakarta, Februari 2026 lalu. Seorang anggota DPRD Kabupaten Tegal Jawa Tengah mendapatkan apresiasi langsung dari Sekjen PKS Muhammad Kholid, pada acara Bimbingan Teknis Pimpinan dan Anggota Legislatif PKS se-Jawa Tengah. Karena ketekunannya merawat konstituen melalui forum pembinaan alias UPA.
Nama itu kembali saya dengar saat silaturahim ke Semarang hari Sabtu (28/02) lalu. Saya bertemu mas Hadi Santosa Ketua DPW PKS Jawa Tengah, dan berbincang ringan tentang pengkaderan.
Saat saya tanya, siapa kader yang produktif membina forum UPA? Spontan mas Hadi menyebut namanya. “Beliau memegang tujuh kelompok UPA tiap pekan, padahal menjadi anggota legislatif dan Bendahara Umum DPD,” ujar mas Hadi.
Saya makin tertarik dengan profilnya. Setelah mendapat nomer kontaknya, pagi ini (6/03) saya sempatkan mengobrol dengan beliau melalui panggilan whatsapp. Kami mengobrol ringan beberapa menit.
******
Namanya Bakhrun. Sekarang usianya 49 tahun. Mulai bergabung sejak era Partai Keadilan (PK) tahun 1999 di Kabupaten Tegal. Saat itu ia ikut kajian yang diselenggarakan DPD, dan mengikuti beberapa kegiatan kepartaian.
Jalur Pendidikan Formal. Dari segi pendidikan, ia alumni SMU Negeri 4 Kota Tegal pada tahun 1997. Kemudian meneruskan kuliah S1 di Universitas Islam Attahiriyah Jakarta, lulus pada tahun 2007. Selanjutnya ia kuliah S2 Magister Kenotariatan di Universitas 17 Agustus 1945 Semarang.
Keluarga. Anaknya empat. Yang pertama sudah dipanggil menghadap Allah yang Maha Penyayang. Anak kedua sedang menempuh kuliah. Anak ketiga belajar di Aliyah, dan yang keempat di Tsanawiyah. Istrinya mengelola lembaga pendidikan Taman Kanak-kanak (TK) di belakang rumah.
Rajin Ngaji. Untuk menambah bekal ilmu agama, sejak 2020 ia rutin ngaji kitab setiap bakda Subuh. Setiap pagi, kecuali hari Jumat. Ia mengikuti kajian kitab kepada seorang Kyai Pesantren di Kabupaten Tegal. Kegiatan itu rutin dia lakukan sampai sekarang, lebih dari lima tahun.
Sejumlah Amanah. Semenjak tahun 2009, ia terpilih menjadi anggota DPRD Kabupaten Tegal. Periode 2014, kembali terpilih untuk kedua kalinya. Pemilu 2019 terpilih untuk ketiga kalinya. Dan pada Pemilu 2024 lalu, ia kembali terpilih untuk keempat kalinya. Pada kepengurusan periode 2025 – 2030, dirinya mendapat amanah sebagai Bendahara Umum DPD PKS Kabupaten Tegal.
*****
Membina 7 Kelompok UPA. Saat ini, setiap pekannya Bakhrun membina 7 kelompok UPA. Dari tujuh kelompok tersebut, terdiri dari satu kelompok UPA Madya, satu kelompok UPA Muda dan lima kelompok UPA Pratama. Semuanya berjalan sepekan sekali.
Merekrut Sendiri. Bakhrun rajin silaturahmi dan menjalin hubungan sosial dengan banyak kalangan. Ia merekrut para pengurus Cabang/Ranting yang belum terbina, kemudian mengajaknya bergabung ke UPA. Ia merekrut mahasiswa di beberapa kampus di Tegal, kemudian mengajaknya bergabung ke UPA. Bahkan ada kelompok UPA yang direkrut dari kelompok olahraga gowes.
Menyiasati Jadwal. Sebagai anggota DPRD plus Bendum DPD, tentu sangat sibuk. Ia harus pandai menyiasati jadwal. Terkadang ada beberapa agenda yang bersamaan. Ia harus pandai mengatur dan menyiasati, agar bisa jalan semuanya.
Sepekan Lima Hari UPA. Ada lima hari dalam sepekan yang digunakan membina UPA. Hanya Selasa dan Kamis yang tak membina UPA. Dua kelompok dilaksanakan tiap hari Senin, satu UPA bakda Asar dan satu UPA bakda Isya. Satu UPA dijalankan tiap hari Rabu pagi. Jumat bakda Subuh ada satu kelompok UPA. Sabtu membina dua kelompok UPA, mulai pukul 14.00 hingga Maghrib. Dan hari Ahad ada satu kelompok UPA, setiap bakda Asar.
Materi Pembinaan. Dirinya membina kelompok UPA menggunakan materi model rasmul bayan (T1 / T2), ditambah materi yang diturunkan dari Kaderisasi DPP, ditambah rujukan kitab klasik hasil mengaji pada Kyai.
Sejak Periode Pertama. Bakhrun mulai membina UPA semenjak menjadi anggota DPRD periode pertama. Jumlah UPA yang dibina terus bertambah, hingga periode keempat DPRD menjadi tujuh kelompok UPA. Dirinya menjadi Anggota Pelopor PKS ketika mulai menjadi anggota DPRD periode pertama.
Senang Silaturahim. Salah satu kebiasaan Bakhrun adalah silaturahim. Ia senang bertamu, mendatangi konstituen, mendatangi pengurus Cabang dan Ranting, dan berinteraksi dengan mereka. Sembari berinteraksi itu Bakhrun menawarkan dibuat forum pembinaan. Niatnya untuk menjaga kontinuitas silaturahim, sharing ilmu dan pengalaman, serta belajar bareng untuk menjadi lebih baik. Sekaligus meri’ayah pengurus partai tingkat Cabang/ Ranting.
Kata Kunci. Selain anggota DPRD, pengurus DPD, ia juga pengurus Lembaga Karate Indonesia (Lemkari). Kesibukannya menjalankan amanah tentu menyita sangat banyak waktu dan perhatian. Kata kunci untuk membina 7 kelompok UPA adalah kekuatan niat. Ditambah kesenangan jiwa Bakhrun yang terbiasa bertemu dan berinteraksi dengan masyarakat, senang gaul dengan banyak kalangan. Karena senang, ini membuat semuanya terasa ringan dijalankan.
*****
Semua Bisa Membina UPA. Saya selalu meyakini, semua kader bisa membina UPA, jika mereka mau melakukannya. Sarana dan prasarana sudah disiapkan oleh DPP, DPW maupun DPD. Tinggal menjalankan. Lalu alasan apa lagi untuk tidak merekrut dan membina UPA?
Tarbiyah Itu Mudah. Proses pembinaan (tarbiyah) itu mudah. Yang paling penting adalah niat ikhlas untuk mengajak manusia ke jalan Allah. Semua akan dimudahkan Allah, karena kaikhlasan niat. Secara teknis, tarbiyah dijalankan dengan mengajak peserta pembinaan untuk mencapai indikator capaian kekaderan yang sudah ditetapkan. Adapun cara, sarana, materi dan perangkatnya, sangat leluasa untuk dipilih.
Arabika : Ajak, Rangkul, Bina, Kawal. Ajak orang-orang dekatmu. Rangkul dengan pendekatan yang nyaman. Bina sesuai tingkatannya. Dan kawal agar selalu konsisten proses pembinaannya.
Mulai Saja. Tidak perlu banyak teori dan referensi. Pengalalaman belajarmu, pengalaman hidupmu, adalah referensi itu sendiri. Maka mulai saja. Segera rekrut dan bina.
