outline
Sastra Budaya

Outline, Bukan yang Lain

Bagikan

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

Apa yang pertama kali harus Anda buat, sebelum proses membuat buku? Outline, itu jawabannya. Bukan yang lain.

***********

Setelah menentukan tema untuk buku yang akan Anda tulis, langkah berikutnya adalah menjabarkan tema tersebut ke dalam outline. Bisa dikatakan, outline adalah rincian dari tema atau topik yang ingin Anda tulis menjadi buku.

Cara membuat outline sudah saya sampaikan pada postingan sebelumnya, silakan kembali disimak di sini. Sekarang saya ajak Anda memahami, apa makna outline tulisan untuk pembuatan buku?

Setelah Anda membuat outline, apa yang sudah Anda dapatkan? Berikut beberapa makna penting dari pembuatan outline tulisan.

  • Outline adalah Kekuatan

Setelah memiliki outline, Anda sudah memiliki sumber kekuatan dahsyat untuk membuat buku. Ibarat hendak bepergian, outline itu membuat Anda sudah tahu peta jalan yang hendak dilalui. Anda tahu berapa panjang, berapa lama, berapa ringan atau berat proses tersebut.

Dengan mengetahui itu semua, Anda memiliki kekuatan penuh. Anda sudah menguasai peta proses. Dengan itu Anda bisa memulai perjalanan. Inilah sumber kekuatan untuk menempuh perjalanan.

Jika tidak memiliki outline, Anda tidak akan mengerti kapan harus melangkah. Semangat Anda mudah lemah. Harapan Anda mudah patas.

  • Outline adalah Pembatasan

Tanpa outline, tulisan bisa melebar kemana-mana, melenceng jauh dari tema. Dalam proses menulis, kita semua perlu batasan. Sebab kita tidak mungkin menulis segala hal.

Imajinasi kita sangat luas. Keinginan kita sangat banyak. Tanpa batasan, tulisan tidak terkendali, dan tidak mencapai sasaran yang kita inginkan. Dengan outline, kita sudah punya batasan yang sangat bermanfaat untuk menghadirkan fokus.

Dalam satu tema yang Anda pilih, ada sangat banyak hal bisa ditulis. Namun, dengan outline, Anda sudah memilih bagian apa yang hendak Anda tulis. Anda sudah memiliki patokan.

  • Outline adalah Pemandu Jalan

Perjalanan membuat satu buku, kadang memerlukan waktu berbulan-bulan. Mungkin sebulan, tapi mungkin juga enam bulan. Bahkan bisa lebih lama lagi hingga hitungan tahun. Kita mudah tersesat, jika tidak memiliki outline tulisan.

Perjalanan kita bisa berbelok arah, tidak mencapai tujuan, jika tidak ada pemandu arah. Dengan outline, kita selalu bisa menulis yang menyambung antara satu bagian dengan bagian lain —dalam proses penulisan berbulan-bulan itu.

Jika proses menulis harus berhenti karena sesuatu alasan, Anda tetap bisa meneruskan di suatu hari nanti. Karena ada pemandu jalan berupa outline tulisan.

  • Outline adalah Pendisiplinan

Bekerja dalam rentang waktu panjang, memerlukan kedisiplinan yang ekstra. Banyak godaan dan gangguan yang menghampiri kita. Menguji mentalitas kita.

Dengan outline, kita akan dibuat disiplin. Mengerti apa yang harus ditulis. Mengerti sampai dimana menulis. Mengerti kurang apa yang harus ditulis.

Anda tidak mau berbelok, meskipun sangat banyak hal menarik di belokan tersebut. Karena Anda mengerti bahwa berbelok akan membuat Anda tidak mampu menyelesaikan buku yang sudah Anda mulai proses penulisannya.

  • Outline adalah Keberhasilan

Dengan memiliki outline, Anda sudah mencium aroma keberhasilan. Dengan outline Anda sudah mengerti awal dan akhir. Anda bisa mengerti sudah berapa persen keberhasilan.

Semua menjadi terukur. Dengan demikian, membuat Anda lebih semangat dalam mencapai keberhasilan akhir, berupa sebuah buku.

Selangkah demi selangkah, buku harapan Anda sudah semakin jelas tampak di hadapan. Bermula dari outline, Anda kini mulai berkonsentrasi untuk mewujudkan impian. Anda tahu apa yang harus Anda lakukan.

Terus semangat, jangan kasih kendor !

Tinggalkan Balasan

Artikel ini telah dilihat : 66 kali.