gangguan menulis
Sastra Budaya

Mengenali Gangguan Menulis

Bagikan

Oleh : Cahyadi Takariawan

Mengapa ada orang yang tidak pernah bisa menghasilkan karya tulis, padahal sudah mengalokasikan waktu untuk menulis? Ada sangat banyak jawaban, tetapi salah satunya adalah —terjebak gangguan menulis. Tergoda oleh ‘kenikmatan dunia’ sehingga berpaling dari keinginan menulis.

Yang dimaksud gangguan menulis adalah gangguan yang bisa terjadi pada waktu yang sudah anda tetapkan untuk menulis. Gangguan ini ada yang berbentuk gangguan konsentrasi, maupun gangguan teknis. Ternyata, gangguan konsentrasi lebih berat dibanding gangguan teknis. Meskipun, ada jenis gangguan teknis yang merusak konsentrasi.

Misalnya, anda sudah menetapkan waktu menulis antara jam 21.00 – 22.00WIB setiap hari. Nah pada saat jam menulis tersebut, ada sangat banyak gangguan menulis yang Anda temui. Namun, pada dasarnya berbagai gangguan tersebut bisa Anda hindari dan Anda siasati.

Konsentrasi Ambyar, Ide Buyar

Pertama kali, saya ajak Anda untuk mengenali gangguan konsentrasi dalam menulis. Ketika sudah berada pada jam menulis yang anda tetapkan —contohnya : jam 21.00 – 22.00 waktu setempat — Anda duduk di kursi, menghadap laptop yang sudah terbuka di atas meja. Sesuai keinginan, Anda akan menulis pada satu jam tersebut.

Episode 1

Anda menghidupkan sistem di laptop. Sambil menunggu loading, Anda membuka gadget, melihat isi pesan yang masuk. Ketika membuka grup WA, Anda menemukan diskusi teman-teman di grup yang membuat Anda tergelitik untuk berkomentar. Maka Anda berkomentar, dan ditanggapi oleh teman-teman, dan Anda menjawabnya lagi. Begitulah Anda asyik mengobrol, menjawab pesan masuk, dan tidak terasa —sudah menghabiskan 30 menit dari waktu yang Anda miliki.

Ini namanya “gangguan medsos”, dan membuat konsentrasi Anda ambyar— apalagi ketika chatting Anda lakukan di tengah-tengah menulis. Misalnya Anda sudah mulai menulis, terjeda oleh chatting, akhirnya ide yang akan Anda tulis mendadak bisa hilang, karena chatting 30 menit.

Episode 2

Sambil menunggu laptop yang masih loading, ada telpon masuk. Anda menerima telpon itu dan asyik berbincang dengan teman, tidak terasa telah menghabiskan waktu 10 menit. Atau Anda tengah asyik menulis, mendadak ada telpon masuk, kemudian Anda menerima telpon itu. Jika peristiwa telpon masuk ini terjadi berkali-kali —dan Anda selalu menerima telpon masuk, maka gangguan konsentrasi terjadi bertubi-tubi.

Ini namanya “gangguan telpon”, apalagi ketika yang menelpon adalah seseorang yang spesial bagi Anda, yang Anda selalu menunggu-nunggu telpon darinya, yang Anda tidak sabar untuk mendengar suara dan kemanjaannya…. Aah, hilang semua apa yang akan Anda tulis. Hati Anda berbunga-bunga saat menerima telpon dari dia, namun setelah itu tidak tahu akan melakukan apa. Laptop pun Anda tutup. Tak ada karya tulis yang muncul pada jam tersebut. Ambyarrrr….

Episode 3

Anda tengah asyik menulis tentang suatu tema, kemudian Anda merasa perlu untuk mencari referensi. Agar cepat, Anda langsung searching pada tema yang Anda inginkan. Muncullah sangat banyak informasi dari mesin pencari, dan Anda mulai menjelajah. Mendadak ada suatu link yang menarik bagi Anda, maka Anda buka dan Anda baca —padahal tidak ada hubungannya dengan tema yang tengah cari. Akhirnya pikiran Anda terkonsentrasi kepada informasi baru tersebut, dan hilanglah urutan ide yang sudah Anda tulis dari awal.

Ini namanya “gangguan searching”, dimana keasyikan melakukan searching menyita waktu dan perhatian Anda. Anda asyik berselancar dari satu web ke web lainnya, dari satu blog ke blog lainnya, dari satu postingan ke postingan lainnya. Habis waktu Anda, hilang pula konsentrasi untuk melanjutkan menulis pada tema yang sudah Anda mulai sebelumnya. Ambyar.

Episode 4

Di tengah Anda menulis, mendadak Anda ingat bahwa hari ini sama sekali belum up-date status di medsos. Padahal Anda sudah memiliki target setiap hari 4 kali update status di instagram, dan 4 kali di facebook. Maka Anda segera berpikir mencari ide untuk membuat status dan picture agar bisa update status. Akhirnya Anda berfoto selfi, kemudian mengaplod di instagram atau fesbuk disertai caption “Saya sedang belajar menulis nih. Tolong doakan agar sukses ya teman-teman…” Setelah foto dan caption di-upload, ada komen masuk, lalu Anda tergoda untuk menjawab komen teman tersebut. Ambyarrrr.

Ini yang namanya “gangguan narsis”. Tindakan selfi, update status, upload foto, bikin caption, itu semua gangguan konsentrasi dalam menulis. Saat selesai dengan urusan update status, tidak terasa waktu menulis sudah habis. Tak ada karya tulis Anda hasilkan di waktu itu.

Episode 5

Di tengah menulis, Anda mencium aroma masakan yang lezat. Karena Anda menulis di rumah, saat seseorang membuat mie instan, aromanya tersebar ke seluruh ruangan. Apalagi bagi pecinta mie instan, mencium aroma bumbu mie yang barusan dimasak adalah gangguan keimanan yang berat. Anda segera berlari mencari arah aroma tersebut, dan Anda ikut menikmati mie rebus yang sangat lezat. Merasa kurang puas, akhirnya Anda menambah sendiri dengan memasak lagi satu bungkus mie instan ditambah cabe dan telur, serta kornet. Kenyang. Dan waktu menulis Anda habis. Ambyarrr.

Ini namanya “gangguan kuliner”, berdampak kepada habisnya waktu menulis, dan hilangnya konsentrasi menulis. Anda lupa bahwa tujuan makan adalah memberikan energi untuk bekerja, namun ternyata Anda justru makan di tengah bekerja, dan usai makan —waktu kerja sudah habis.

Dari berbagai contoh gangguan konsentrasi di atas, sesungguhnya solusinya sama. Karena semua jenis gangguan tersebut ‘menyerang’ dari sisi konsentrasi, maka Anda harus menghadirkan konsentrasi penuh selama waktu yang telah Anda alokasikan untuk menulis tersebut. Yess, inilah solusinya. Hadirkan konsentrasi penuh dengan jalan melawan semua gangguan.

Simak tulisan saya selanjutnya, untuk memahami cara menghindari gangguan menulis. Tunggu ya…..

6 Komentar

  • Mukrimah Makkawaru

    Betul banget pak. Sangat membantu tuk tau jenis-jenis gangguan dalam memulis. Terima kasih pak.

  • Adji Soegiatno

    Saya tertarik yang mencari referensi, ketika saya mau pakai kosa kata dan nggak PD saya searching apa arti kata tersebut. Saya pikir ini kebodogan mau nulis kok nggak tahu arti kata yang mau dipakai. Ternyata dalam proses menulis ada proses mencari referensi itu biasa.

    Terima kasih Pak Cah.

  • Leginik

    Ini gangguan yang saya alami ,artinya ada saja yang membuat saya harus mempergunakan jadwal yang saya sudah buat sendiri.

    Artinya saya harus banyak belajar mengenal diri agar dapat mengatasi gangguan ini.

    Jazakillah Pak Cah, yang telah memaparkan gangguan belajar menulis. Ada beberapa point’ yang saya terdampak.

  • Magnolia

    Bagi saya (emak2), panggilan anak2 -apalagi balita- dan panggilan suami yang bikin ide menulis ambyarrrr… Lucunya kemana pun sy menyuruk di sudut rumah, pasti dicariin

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: