Bu Nuraini
Tarbiyah Itu Mudah

Membina 12 UPA dan Menterapi Binaannya

Bagikan

Serial Arabika : Ajak, Rangkul, Bina, Kawal

Oleh : Cahyadi Takariawan

.

Bu Nuraini (48 tahun) dari Lombok Barat adalah salah seorang Pembina UPA yang sangat produktif dan bersemangat. Ibu dari dua anak ini produktif berdakwah, selain dirinya juga berdagang. Masih ditambah lagi dengan profesi sebagai terapis SEFT.

Sepekan Membina 12 UPA. Dalam sepekan dirinya membina 12 kelompok UPA masih ditambah 3 kelompok Majelis Taklim (MT). Jumlah anggota UPA ada 120 orang. Jumlah anggota Majelis Taklim ada 165 orang.

Binaan Usia Produktif. Usia binaan kisaran usia 30 sampai 40 tahun. Ini adalah usia produktif. Hanya ada tiga orang yang usianya di atas 60 tahun. Latar belakang binaan sangat beragam.  Sejak ibu rumah tangga full time, guru, dosen, kalangan profesional, pebisnis UMKM, dan pedagang.

Memulai Dengan Belajar Membaca Al-Qur’an. Bu Nuraini terbiasa mengajak ibu-ibu di sekitarnya untuk belajar membaca Al-Qur’an. Dari forum  belajar ini berlanjut menjadi pembinaan rutin pekanan. Mereka ingin mengetahui isi kandungan Al-Qur’an.

Terapi Kesehatan Mental. Bu Nuraini juga sering diminta menguatkan kesehatan mental untuk ibu-ibu yang memerlukan. Ia menggunakan metode terapi SEFT. Mereka yang merasakan manfaat terapi, sangat senang ketika diajak bergabung mengikuti forum pembinaan rutin.

Ingin Dicintai Allah. Apa yang memotivasi Bu Nuraini sehingga banyak membina UPA? “Saya ingin Allah mencintai saya dan keluarga saya,” jawabnya. “Selain itu, saya ingin kaum perempuan di sekitar saya bisa sehat mental dan fisiknya, bahagia serta menjadi cahaya di dalam keluarga mereka”, lanjutnya.

Siap Membantu Binaan. Dalam perjalanan membina kelompok UPAdan MT, Bu Nuraini selalu menawarkan diri untuk membantu siapapun yang membutuhkan konseling dan terapi. “Siang dan malam HP saya selalu on 24 jam, untuk melayani binaan yang memerlukan bantuan”.

Menyentuh Binaan Dengan Nasihat Malam. Bu Nuraini juga rutin menyampaikan nasihat motivasi melalui broadcast sebelum tidur malam. Ini cara dia untuk lebih banyak memberikan sentuhan motivasi kepada semua binaan.

Variasi Kegiatan. Agar UPA menjadi variatif dan tidak membosankan, sesekali waktu Bu Nuraini melakukan rihlah dengan semua binaan, atau melakukan UPA out door di pantai. Dalam perjalanan menggunakan kereta kelinci dimanfaatkan untuk menyimak hafalan binaan. Kadang UPA di taman buah melon, dan aktivitas lainnya.

Mengaji Langsung Praktik. Setiap hari Ahad pagi ba’da subuh, dilakukan tadabbur Al-Qur’an ayat-ayat pilihan. Setelah itu dilanjutkan riyadhah (praktik latihan) yang harus dilakukan berkiatan ayat yang sedang dipelajari. Misalnya ayat tentang memaafkan, mereka langsung praktik  untuk memaafkan pasangan, anak-anak, serta teman-teman.

Mengelola Kesibukan. Di tengah sangat banyak aktivitas sehari-hari, ia harus pandai mengelola waktu. Jadwal pertemuan untuk 12 kelompok UPA dilaksanakan setiap hari Senin (1 kelompok), Selasa (2 kelompok), Kamis (4 kelompok), Jum’at (3 kelompok), Sabtu (2 kelompok)

Pendekatan Personal. Ketika ada beberapa binaan yang sering izin tidak hadir pertemuan, Bu Nuraini akan melakukan pendekatan personal dengan mengajak mengobrol berdua dari hati ke hati. Ia berusaha memahami kesulitan atau masalah yang sedang dihadapi binaannya dan mencari solusi bersama.

Pesan untuk para Pembina UPA. “Terus semangat untuk meng-up grade diri sendiri dengan menambah ilmu serta skill”. Ini sangat penting karena beberapa binaan memerlukan solusi atas masalah yang tengah mereka hadapi.

Bekal Utama Menjadi Pembina UPA. Menurut Bu Nuraini, bekal utama untuk menjadi Pembina UPA adalah membangun kedekatan dengan Allah, menambah ilmu dan mengembangkan potensi diri di bidang tertentu yang akan bermanfaat untuk menjalankan tugas membina UPA.

#TahunRekrutmenMasif #TarbiyahItuMudah #RekrutmenTarbawi #SerialArabika

Tinggalkan Balasan