8 Fakta Bu Khomsiyah, Umahat yang Pandai Merawat Umat
🇮🇩🇮🇩🇮🇩
Serial Arabika – Ajak, Rangkul, Bina, Kawal
Salah satu pembina handal di Lumajang adalah Bu Khomsiyah. Usianya tak lagi muda, namun semangat merekrut dan membina selalu menyala.
Berikut 8 fakta tentang Bu Khomsiyah.
Pertama, usianya 70 tahun. Lahir di tahun 1956, usia Bu Khomsiyah saat ini sudah 70 tahun. Tapi semangatnya seperti umur 30 tahun. Selalu bersemangat merekrut dan membina setiap hari.
Kedua, tiap pekan membina 8 kelompok UPA. Bu Khomsiyah memang sangat gigih dan energik. Tiap pekan membina 8 kelompok UPA dengan jumlah binaan 112 orang. Menunjukkan daya tahan pembinaan yang luar biasa.
Ketiga, membina beragam generasi. Usia tua tidak menghalangi Bu Khomsiyah untuk merangkul anak muda. Binaannya mulai dari anak sekolah, ibu-ibu muda, hingga lansia. Terbukti betapa pandai ia merawat binaan.
Keempat, contoh keluarga dakwah. Kedua putri Bu Khomsiyah, Rina dan Risa beserta menantunya, telah menjadi kader pelopor dakwah, bahkan telah menjadi pembina UPA. Benar-benar keluarga teladan.
Kelima, tarbiyah adalah seni mengambil hati. Bagi Bu Khomsiyah, tarbiyah bukan sekadar menyampaikan dan mengurutkan materi pembinaan. Tarbiyah adalah seni “mengambil hati”. Maka para pembina harus pandai mengambil hati peserta UPA, agar semua merasa nyaman dan bahagia.
Keenam, POV rekrutmen tarbawi. Bu Khomsiyah sangat jeli melihat peluang dakwah. Baginya, setiap titik interaksi adalah kesempatan untuk rekrutmen tarbawi. Sejak dari guru-guru yang sedang santai di sekolah, ibu-ibu kelompok senam, bahkan tamu di acara pernikahan, semua bisa diajak untuk bergabung dalam majelis pembinaan.
Ketujuh, pandai memotivasi. Saat menemui calon binaan yang tampak ragu untuk bergabung di UPA, Bu Khomsiyah memberi motivasi, “Bismillah, dicoba dulu, kita belajar bareng-bareng.” Akhirnya hilang keraguan, dan mantab ikut pembinaan.
Kedelapan, gigih merawat benih. Ketika ada binaan yang tidak mau datang lagi ke majelis pembinaan, Bu Khomsiyah segera datang silaturahmi ke rumahnya. Ia bicara dari hati ke hati sambil terus mendoakan binaannya agar mau aktif kembali. Terbukti binaannya bisa kembali.
Pesan untuk Para Murabbi: Jangan Pernah Berhenti.
Bu Khomsiyah menyampaikan apa yang menjadi motivasinya dalam membina UPA. Baginya membina adalah bekal untuk hari akhir. Ia merasakan, libur membina membuatnya tidak nyaman.
“Jangan pernah merasa lelah. Kalau kita berhenti, siapa yang akan merawat umat ini?” ungkap Bu Khomsiyah.

