The Power of Sabar
.
Oleh : Cahyadi Takariawan
.
Banyak orang menganggap sabar adalah sikap lemah, padahal sesungguhnya sabar adalah kekuatan. Sabar benar-benar memberikan kekuatan dan keajaiban dalam kehidupan.
Sabar adalah sifat positif, bahkan menjadi salah satu sifat yang dicintai oleh Allah, sebagaimana dalam firmanNya:
“Dan Allah mencintai orang-orang yang sabar” (QS. Ali Imran : 146).
Nabi Saw memuji sifat orang beriman yang selalu positif dalam segala sesuatu, walaupun tengah berada dalam ujian dan musibah. Orang beriman mampu bersabar di tengah berbagai himpitan.
“Sungguh menakjubkan urusan orang mukmin. Sesungguhnya semua urusannya adalah baik. Apabila mendapat kelapangan, maka dia bersyukur dan itu kebaikan baginya. Dan, bila ditimpa kesempitan, maka dia bersabar, dan itu kebaikan baginya”. Hadits Riwayat Muslim.
Saat ditimpa sakit misalnya, orang beriman mampu ridha dan bersabar atas sakit yang dideritanya. Karena pada dasarnya tidak ada orang yang ingin sakit, maka tatkala mendapat ujian berupa sakit orang beriman akan bersikap sabar.
Ternyata kesabaran saat mengalami sakit, membuahkan penghapusan dosa dan kesalahan. Luar biasa.
Dari Ummu Al-Ala’, dia berkata : Rasulullah Saw menjengukku tatkala aku sedang sakit, lalu beliau berkata : Bergembiralah wahai Ummu Al-Ala’. Sesungguhnya sakitnya orang muslim itu membuat Allah menghilangkan kesalahan-kesalahan, sebagaimana api yang menghilangkan kotoran emas dan perak”. HR. Abu Daud, sahih.
”Tidaklah seorang muslim menderita sakit karena suatu penyakit dan juga lainnya, melainkan Allah menggugurkan kesalahan-kesalahannya dengan penyakit itu, sebagaimana pohon yang menggugurkan daun-daunnya”. HR. Bukhari dan Muslim.
”Tidaklah seorang muslim menderita sakit karena suatu penyakit dan juga lainnya, melainkan Allah menggugurkan kesalahan-kesalahannya dengan penyakit itu, sebagaimana pohon yang menggugurkan daun-daunnya”. HR. Bukhari dan Muslim.
“Tidaklah seorang mukmin ditimpa sakit, letih, demam, sedih hingga kekhawatiran yang mengusiknya, melainkan Allah mengampuni kesalahan-kesalahannya”. HR. Bukhari dan Muslim.
Betapa dahsyat balasan yang Allah sediakan bagi orang yang bersikap sabar dalam kehidupan. Pahala bagi orang yang sabar jauh lebih baik dari nilai perbuatan mereka, sebagaimana firman Allah:
“Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan” (QS. An-Nahl : 96).
Bahkan Allah mengganjar orang-orang yang sabar dengan balasan yang tanpa batas, sebagaimana firmanNya :
“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas” (QS. Az-Zumar : 10).
Lebih dahsyat lagi, orang-orang yang sabar akan masuk ke dalam surga dan mendapatkan salam khusus dari para malaikat, sebagaimana firmanNya:
“Sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu, (sambil mengucapkan) :’Salamun ‘alaikum bima shabartum’. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu” (QS. Ar-Ra’du : 23-24).
Oleh karena sedemikian besar keutamaan sabar, maka hendaknya jika tengah mendapat suatu ujian tidak cepat-cepat mengadu kepada orang lain.
Fudhail bin Iyadh pernah mendengar seseorang mengadukan cobaan yang menimpanya. Maka dia berkata kepadanya, ”Bagaimana mungkin engkau mengadukan yang merahmatimu kepada orang yang tidak memberikan rahmat kepadamu ?”
Sebagaimana ungkapan salafus shalih, ”Barangsiapa yang mengadukan musibah yang menimpanya, seakan-akan dia mengadukan Rabb-nya”.
Untuk itu hendaknya memilih bersikap ridha atas segala ketetapan Allah, disertai dengan sikap sabar.
Abu Darda’ Ra berkata, “Apabila Allah telah menetapkan suatu taqdir,maka yang paling dicintai-Nya adalah meridhai taqdir-Nya” (Az-Zuhd, Ibnul Mubarak, hal. 125).
