finish what you start
Sastra Budaya

Selesaikan Apa yang Sudah Anda Mulai

Bagikan

.

Oleh : Cahyadi Takariawan

“Jangan biarkan Anda mudah menyerah dan mudah kalah oleh kesulitan”. Cahyadi Takariawan, 2020

Salah satu ‘penyakit’ dalam belajar menulis adalah, meninggalkan bahan yang sudah mulai ditulis. Saat tengah menulis sebuah tema, mendadak tertarik dengan tema yang lain. Akhirnya, ia berhenti menulis tema pertama, dan memulai menulis tema baru.

Baru memulai menulis artikel, tiba-tiba ingin menulis cerpen. Lagi menulis cerpen, mendadak ingin membuat puisi. Sedang menyusun puisi, muncul keinginan menulis esai. Tengah menulis esai, tiba-tiba ingin membuat kisah berhikmah. Belum selesai juga, muncul keinginan membuat biografi.

Jika kebiasaan ini dituruti, dampaknya bisa ditebak. Tak ada tulisan yang selesai. Semua hanya berupa draft tulisan, atau tulisan setengah jadi, atau bahkan tulisan sepersepuluh jadi. Ini sangat merugikan bagi proses pembelajaran.

Bagaimana mengatasi habit negatif tersebut? Gunakan prinsip “Selesaikan Apa yang Sudah Anda Mulai” atau Finish What You Start. Berikut 6 langkah untuk menyelesaikan apa yang sudah Anda mulai.

  • Pilih Jenis dan Tema Tulisan

Sebelum memulai proses menulis, tentukan jenis tulisan seperti apa yang ingin Anda hadirkan —sesuai minat masing-masing. Anda akan menulis fiksi atau nonfiksi, dan tema apa yang akan Anda tuliskan. Dari awal Anda harus sudah sangat jelas tentang hal ini. Pilih yang paling mudah bagi Anda, atau paling mungkin untuk Anda tuliskan.

  • Mulai Menulis

Setelah menentukan tema, jabarkan dalam bentuk plot cerita, atau outline / kerangka tulisan. Detailkan tema yang ingin Anda tulis tersebut dalam satuan gagasan yang lebih rinci. Dengan ini Anda bisa memulai menulis bagian demi bagian. Tidak perlu menunggu lagi, segera mulai menulis sesuai kerangka yang sudah Anda tetapkan.

  • Fokus Hingga Selesai

Ketika sudah mulai masuk dalam proses penulisan, fokuslah untuk menuliskan tulisan tersebut hingga selesai. Meskipun di tengah jalan Anda mengalami kesulitan dan kendala, fokuslah untuk mencari solusi untuk mengatasinya. Jangan biarkan Anda mudah menyerah dan mudah kalah oleh kesulitan. Meskipun terasa berat, tetaplah meneruskan hingga selesai.

  • Definisikan Hasil Akhir

Dari tema yang tengah Anda kerjakan, hasil akhirnya nanti seperti apa? Anda ingin menulis berapa banyak? Apakah hasil akhirnya berupa buku? Apakah hasilnya berupa satu novel? Apakah hasil akhirnya berupa artikel sebanyak 3.000 atau 10.000 karakter? Definisikan, dengan demikian Anda mengetahui kapan tulisan itu akan selesai.

  • Abaikan Gangguan

Anda harus mengabaikan gangguan. Ketika muncul banyak ide untuk menulis tema lain, Anda harus mengabaikannya. Caranya, tulis pokok ide yang muncul belakangan pada satu file tertentu, lalu simpan. Setelah itu mulai fokus pada penyelesaian naskah yang sudah Anda mulai. Jangan fokus kepada ide yang baru, fokuslah pada ide yang telah Anda mulai menuliskannya.

  • Buat Komitmen

Buatlah janji dalam diri Anda sendiri. Semacam sumpah palapa Gajah Mada, “Aku tidak akan menulis apapun lagi, sebelum tulisan yang ini selesai”. Dengan demikian Anda benar-benar mengkontribusikan waktu, tenaga dan pikiran untuk menuntaskan bahan yang sudah Anda mulai. Peganglah janji Anda, untuk Anda nikmati hasilnya.

Jika Anda mampu disiplin menjalankan cara ini, niscaya Anda akan menuai hasil positif. Semua tulisan Anda akan selesai. Tidak penting apakah tulisan itu dipublikasikan atau tidak, namun yang jelas, tulisan sudah selesai.

Lakukan, dan rasakan hasilnya.

19 Komentar

  • adjisoegiatno

    Terima kasih Pak Cah.
    Kendala yang lain yang sering saya rasakan masalah endurance Pak Cah. Daya tahan untuk tetap menulis. Kadang muncul ngantuk, kadang merasa cepek, kadang seperti ngap pengin istirahat.

  • Siti Marwah Nuraeni

    Assalamu’alaikum, terimakasih Pak Cah atas ilmunya, semoga berkomitmen untuk bisa selalu meluangkan waktu waktu disaat banyak kesibukan karena ini yang menjadi satu hal tidak menulis karena sering lelah.

    • Siti Nurhayati

      Ide berseliweran dalam pikiran. tapi ternyata jika itu dituruti malah lelah sendiri. Lelah laksana berkejaran dengan monyet-monyet yg pandai melompat dan bergelantungan di dahan-dahan pohon yg tumbuh di hutan. Akhirnya apa yg menjadi tujuan kita menulis suatu tema jadi ambyar karena lelah berkejaran di “monyet”.
      Terimakasih sdh diingatkan pa Cahya.

    • Esti Yuliani

      Persis dengan yang saya alami. Sudah sampai tengah-tengah, lalu mentok. Terima kasih, semangatnya, Pak Ustad.

      • Dian

        Terima kasih Pak Cah, tercerahkan… Jadi pengen ngeliat draf setengah jadi di google docs… Perlu dituntaskan satu persatu…

  • Lizda Meilina

    Assalamu’alaikum
    Selamat pagi Pak Cah, terimakasih artikelnya selalu menjadi motivasi saya. Alhamdulillah

  • murini

    Terimakasih pak cah sungguh aku merasakan semua gangguan dalam menulis di tengah jalan mesti merasakan kebuntuan dan ada rasa malas yang amat sangat

    • Cahyadi Takariawan

      Allahumma inni a’udzubika minal ajzi wal kasali… Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari rasa lemah dan malas…. Baca teruuussss…. sampai malasnya hilang…

  • Wahidah Yuliastuti

    Assalamu’alaikum…
    Selamat pagi Pak Cah…. terima kasih dengan tulisan bapak ini jadi mengingatkan sy krn sy berada di pada posisi tersebut….banyak PR yang sudah melambai- lambaikan tangannya untuk di perhatikan kembali tapi waktu dan kesibukan yang belum tepat……nah sekarang waktu nya untuk memulai dan menyentuh PR-PR ku yang sudah merindukan tangan – tangan kecil ini……( semangat menulis)

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: