Coretan Ringan

Perasaan Memiliki Bisa Merusak Organisasi

Bagikan

.

Oleh : Ahmad Surodilogo

.

Perasaan memiliki (sense of belonging) dianggap menjadi hal penting bagi kelangsungan sebuah organisasi. Apabila anggota organisasi memiliki sense of belonging, mereka akan rela berkurban, rela memberikan hal terbaik demi keberlangsungan dan kejayaan organisasi.

Ketika  Anda tengah melintas di sebuah jalan, melihat ada bendera merah putih yang roboh karena terpaan angin –misalnya, Anda akan tergerak untuk berhenti, demi menegakkan kembali bendera itu. Mengapa tindakan ini Anda lakukan?

Sebagai warga Indonesia, Anda merasa memiliki bendera merah putih tersebut. Jika Anda melihat peristiwa itu dengan cuek, tanpa ada rasa ingin menegakkan kembali, berarti Anda tidak merasa ikut memiliki.

Jika Anda kader sebuah partai, melihat bendera partai roboh di pinggir jalan, akan segera berusaha menegakkannya kembali. Meski Anda tidak tahu siapa yang memasang, dan siapa yang merobohkan, namun sebagai kader, Anda merasa ikut memiliki bendera itu. “Itu bendera partaiku”, demikian rasa memiliki telah menggerakkan naluri.

Rasa memiliki telah membuat Anda melakukan pembelaan apabila ada pihak yang menjelekkan. Rasa memiliki telah membuat Anda rela melakukan kegiatan sosialisasi, tanpa mendapatkan imbalan materi. Rasa memiliki membuat Anda bersedia berjuang demi memenangkan partai pada setiap Pemilu dan Pilkada.

Rasa memiliki membuat Anda rela berdarah-darah. Berjuang tanpa kenal lelah. Padahal tak ada upah atas semua jerih payah. Yang ada adalah pengharapan balasan dari Dzat yang Maha Pemurah. Itu karena didorong oleh rasa memiliki.

Rasa Memiliki yang Berlebihan

Namun semua harus proporsional. Termasuk rasa memiliki, harus dikelola dengan proporsional. Segala yang berlebih-lebihan, pasti akan merusak. Semua yang berlebihan, pasti akan membawa kehancuran.

Rasa memiliki yang berlebihan, membuat Anda merasa sebagai pemilik organisasi. Jika memimpin, Anda bisa menjadi hukum tertinggi. Tak ada aturan yang bisa menghalangi. Semua pihak harus sesuai dengan ‘penataan’ yang Anda lakukan sesuai selera pribadi.

Rasa memiliki yang berlebihan terhadap organisasi, membuat Anda tidak rela diganti posisi. Anda harus duduk menjabat pada posisi tinggi –sesuai kadar yang Anda tentukan sendiri. Anda merasa tersingkirkan dari rumah sendiri, sakit hati, dan bisa berbalik mencaci maki, jika tak mendapat posisi.

Rasa memiliki yang berlebihan terhadap organisasi, membuat Anda menciptakan standar sendiri. Baik dan tidak baik, layak dan tidak layak, semua Anda nilai dari sudut pandang Anda sendiri. Anda tidak rela organisasi dipimpin oleh orang yang menurut standar Anda –undercapacity.

Hati-hati, kediktatoran, otoritarian, bisa muncul dari rasa memiliki yang tak terkendali. Anda bisa berubah menjadi pemilik tunggal tanpa bisa dibatasi.

Batasan Rasa Memiliki

Oleh karena itu, rasa memiliki harus dibatasi. Rasa memiliki harus dikelola dengan prinsip-prinsip organisasi. Jangan membiarkan rasa memiliki membuat Anda menguasai organisasi.

  • Konstitusi Organisasi

Sebesar apapun rasa memiliki terhadap organisasi, Anda harus menghormati konstitusi organisasi. AD/ART dan produk-produk tertinggi dalam organisasi, adalah konstitusi yang harus dihormati dan ditaati. Anda tidak boleh melanggar konstitusi, meskipun Anda termasuk pendiri organisasi.

  • Visi, Misi dan Arah Organisasi

Setiap organisasi selalu memiliki visi dan misi serta arah perjuangan. Visi dan misi itulah yang menyebabkan mereka membentuk organisasi. Arah perjuangan itu yang memandu perjalanannya. Agar tidak keluar dari track sejarah pendirian organisasi. Anda tidak boleh melanggar visi, misi dan arah organisasi, meskipun Anda termasuk pendiri organisasi.

  • Produk Keputusan Organisasi

Di setiap level, ada produk keputusan organisasi. Seperti Panduan, Pedoman, Petunjuk Pelaksanaan, Standar Operasional Program, dan lain sebagainya. Semua produk tersebut adalah sarana manajemen untuk memastikan semua hal sesuai dengan arah tujuan serta prinsip organisasi. Anda tidak boleh melanggar produk keputusan organisasi, meskipun Anda termasuk pendiri organisasi.

  • Hasil Musyawarah Organisasi

Musyawarah dilakukan untuk memutuskan hal-hal yang diperlukan, sesuai kebutuhan organisasi. Hasil musyawarah bersifat mengikat, meskipun Anda tidak ikut menyetujuinya. Hasil musyawarah hanya bisa direvisi oleh musyawarah berikutnya di level yang sama, atau oleh musyawarah level di atasnya.

Anda tidak boleh mengabaikan musyawarah. Anda tidak boleh meninggalkan musyawarah, sehebat apapun diri Anda. Sehebat apapun pendapat Anda. Anda tidak boleh melanggar hasil-hasil musyawarah organisasi, meskipun Anda termasuk pendiri organisasi.

Mewaspadai Kezaliman di Balik Kesalihan

Salih itu bukan hanya karena banyak shalat, puasa dan berdzikir. Salih itu artinya berlaku baik dalam kehidupan pribadi, maupun dalam kehidupan organisasi. Maka hendaknya Ada mewaspadai kezaliman yang bisa muncul di balik sikap kesalihan pribadi.

Anda telah berlaku zalim jika melanggar konstitusi. Anda telah berlaku zalim jika melanggar produk-produk keputusan organisasi. Anda telah berlaku zalim jika melanggar hasil musyawarah organisasi.

Anda telah berlaku zalim jika merasa berkuasa sendiri. Anda telah berlaku zalim jika memaksakan kehendak pribadi. Anda telah berlaku zalim jika mengabaikan rambu-rambu berorganisasi.

Rasa memiliki, harus tunduk kepada konstitusi organisasi. Rasa memiliki, harus tunduk kepada produk keputusan organisasi. Rasa memiliki, harus tunduk kepada hasil musyawarah organisasi. Anda telah zalim jika mengabaikan tata berorganisasi.

Kezaliman akan menghancukan organisasi. Dan kezaliman –pasti menghancurkan diri Anda sendiri.

.

ilustrasi : https://availleadership.com/

Tinggalkan Balasan

Artikel ini telah dilihat : 24 kali.