Nama Pena vs Nama Asli
Oleh : Cahyadi Takariawan
Anda kenal Asmarani Rosalba? Mungkin hanya sedikit yang mengenal. Anda kenal Etty Hadiwati Arief? Tidak banyak yang mengenal. Anda mengenal Heri Hendrayana Harris? Tidak juga kan… Anda kenal Ari Wulandari? Banyak yang tidak kenal. Anda kenal Darwis? Ini bukan yang tetangga anda itu. Anda kenal Aqil Barraq Badruddin Seman Said Harun? Hah, siapa itu?
Namun sebagian besar anda akan mengenal mereka dengan baik, ketika saya sebut nama pena yang mereka gunakan dalam dunia literasi. Asma Nadia adalah Asmarani Rosalba. Pipiet Senja adalah Etty Hadiwati Arief. Gol A Gong adalah Heri Hendrayana Harris. Kinoysan adalah Ari Wulandari. Tere Liye adalah Darwis. Andrea Hirata adalah Aqil Barraq Badruddin Seman Said Harun. Nah, jadi kemana nama asli mereka? Tidak penting, karena masing-masing orang memiliki tujuan dan alasan.
Itulah yang disebut sebagai nama pena. Istilah nama pena, mirip dengan nama panggung, yaitu nama yang digunakan oleh seseorang untuk tampil di panggung tulisan, panggung film, panggung hiburan, serta panggung-panggung lainnya.
Mengapa menggunakan nama pena dalam tulisan? Para penulis memiliki alasan dan tujuan yang berbeda-beda untuk pertanyaan ini. Semua alasan dan semua tujuan tersebut pada dasarnya sah saja, sepanjang tetap bertanggung jawab dan bermoral.
Menggunakan nama asli atau nama pena dalam tulisan, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan. Maka kembalikan saja kepada tujuan dan alasan, mengapa menggunakan nama pena?
Oleh karena itu, saya merasa tidak perlu untuk menguraikan alasan dan tujuan, karena itu kembali kepada masing-masing diri penulis. Saya lebih cenderung untuk memberikan catatan tentang rambu-rambu dalam pembuatan dan penggunaan nama pena.
Kendati membuat nama pena itu sah, boleh, dan bebas saja, akan tetapi tetap harus memperhatikan aspek kepatutan. Ini yang maksud sebagai bertanggung jawab dan bermoral.
Berikut ini beberapa rambu, jika anda ingin membuat dan menggunakan nama pena dalam tulisan.
Pertama, nama pena memiliki makna yang baik dan positif
Hendaknya nama pena memiliki makna yang baik dan positif. Jangan membuat nama pena yang berisi hal yang buruk dan negatif. Bagaimanapun, nama mencerminkan siapa diri anda dan apa yang anda inginkan.
Jika anda rajin berselancar di dunia maya, anda akan menemukan nama pena Dasar Bego yang memiliki akun di sebuah web terbuka. Contoh nama pena ini sangat buruk dan negatif.
Jika ada orang yang menggunakan nama pena Ciloko atau Jahannam, maka itu mencerminkan siapa dirinya dan apa yang diinginkannya. Hindarilah nama pena yang bermakna buruk dan negatif seperti itu.
Kedua, nama pena tidak melanggar kepatutan
Hendaknya nama pena tidak melanggar asas kepatutan. Bangsa Indonesia terkenal sangat religius, maka jangan membuat nama yang bisa menyinggung perasaan kesopanan ataupun memasuki wilayah Sara.
Di sebuah web terbuka, ada akun dengan nama Papua Israel. Nama ini memasuki wilayah Sara, karena Papua adalah Indonesia, dan Israel adalah agresor yang menghancurkan bangsa Palestina. Nama Papua Israel cenderung melanggar kepatutan bagi bangsa Indonesia.
Gunakan nama pena yang patut, sopan, dan menjauhi nama-nama yang tidak etis serta sarkasme.
Ketiga, tidak menyusahkan pembaca
Nama pena hendaknya tidak membuat pembaca susah untuk menyebut dan berkomunikasi dengan anda. Misalnya, nama pena Dasar Bego, bagaimana pembaca menyapa dirinya di web? Atau nama Jahannam, bagaimana pembaca akan menyapa?
“Tulisan kamu ngawur banget, Dasar Bego.”
“Tulisan kamu keren banget, Jahannam….”
Pasti pembaca tidak nyaman menyapa dengan cara seperti itu.
Keempat, nama pena tidak digunakan untuk tujuan negatif
Kalaupun anda membuat dan menggunakan nama pena dalam tulisan, jangan untuk tujuan yang negatif. Misalnya karena ingin melakukan penipuan, pemalsuan, pemerasan, serta berbagai macam jenis kejahatan lainnya. Nama pena untuk melindungi dan menutup jejak, agar tidak ketahuan siapa jati dirinya.
Menggunakan nama pena untuk tujuan negatif, artinya sudah punya modus jahat sejak awalnya. Ini bertentangan dengan teori menulis yang saya kembangkan. Menulis itu untuk berbagai tujuan positif, konstruktif, kontributif.
Kelima, nama pena tidak digunakan untuk melarikan diri dari tanggung jawab
Nama pena jangan digunakan untuk melarikan diri dari tanggung jawab. Misalnya, menulis dengan menggunakan nama pena karena menggunakan data palsu dalam artikel yang dibuat, atau menjiplak karya orang lain untuk kepentingan praktis, atau menulis berita palsu serta analisa yang bertujuan untuk menyesatkan opini publik, atau mengkritik pihak-pihak secara tajam namun tidak mau bertanggung jawab.
Dalam konteks contoh yang saya sebutkan di atas, terdapat modus yang tidak bertanggung jawab dari awal. Menulis harus bertanggung jawab. Kita sedang belajar menulis untuk tujuan membangun pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Maka bertanggung jawablah. Jangan bersembunyi di balik nama pena.
Keenam, enak didengar, mudah diingat, dan marketable
Jika nama pena digunakan dalam rangka untuk tujuan branding, maka harus enak didengar, mudah diingat dan marketable. Asma Nadia adalah nama yang enak didengar, mudah diingat dan marketable. Remy Sylado, Tere Liye, Kinoysan, juga enak didengar, mudah diingat dan marketable.
Nama pena yang tampak keren namun sulit diucapkan, sulit diingat, dan tidak enak didengar, akhirnya justru tidak marketable. Misalnya nama Dfeaux Braxton. Tampak keren karena nama Barat, tapi sulit diingat dan sulit diucapkan oleh masyarakat indonesia.
Demikianlah beberapa rambu pembuatan dan penggunaan nama pena dari saya. Namun yang paling penting adalah isi dan kualitas tulisan anda. Sebagus apapun nama pena, jika isi dan kualitas tulisan anda berantakan, itu tidak akan menolong untuk menjadikan tulisan anda banyak dibaca dan disenangi orang.
Jadi siapakah saya? Saya Cahyadi Takariawan. Baguskah nama itu? Emang gue pikirin 🙂
Saya ingin kedua orang tua saya bangga dengan nama yang mereka sematkan kepada saya. Tak akan saya menggantinya.

4 Komentar
Nindy
MasyaAllah, terima kasih atas pencerahannya, Pak
Adji Soegiatno
Terima kasih Pak Cah.
Sebelum mengikuti materi Pak Cah saya pengin pakai nama pena karena kalau pakai nama asli malu dengan qualitas tulisannya. Sekarang saya PD dengan nama asli.
Shaleh Abdul Wahid Bahannan
Masya Allah jazaakumullah pencerahannya menarik sekali pak Cah.
Shaleh Abdul Wahid Bahannan
Masya Allah jazaakumullah pencerahannya menarik sekali, sangat bermanfaat pak Cah.