Musibah atau Rahmat?
Oleh : Cahyadi Takariawan
.
“Inna lillahi. Dua tetangga terkonfirmasi positif Covid”.
“Alhamdulillah saya negatif”.
Sangat sering kita mendengar berita seperti ini. Mengingat Covid makin tidak terkendali.
Kita cenderung meng-innalillahi-kan yang positif Covid, dan meng-alhamdulillahi-kan diri yang negatif Covid.
Padahal, tidak ada jaminan bahwa yang positif Covid lebih dahulu mati. Tidak ada jaminan pula bahwa yang negatif Covid lebih lama bertahan hidup.
Tidak ada jaminan bahwa yang positif Covid lebih menderita. Tidak ada jaminan pula bahwa yang negatif Covid lebih bahagia hidupnya.
Sungguh kita tidak tahu, apakah positif Covid itu musibah atau rahmat dariNya. Namun kita selalu berprasangka baik kepada Allah.
Kita juga tidak tahu, apakah negatif Covid itu musibah atau rahmat dariNya. Kita hanya harus selalu berprasangka baik kepada Allah.
