Menulis untuk Relaksasi Hati
Oleh : Cahyadi Takariawan
“Writing for relaxation is about pure enjoyment. It’s about making time for yourself, playing with words and nourishing your creative side. All without judgement.” Kate McBarron.
Tidak setiap tulisan harus dipublikasikan. Ada jenis tulisan yang bertujuan untuk katarsis, atau tujuan relaksasi. Dua tujuan yang terakhir ini, lebih kepada upaya penciptaan suasana jiwa yang nyaman melalui tulisan.
Anda bisa menulis untuk keperluan relaksasi. Tuliskan hal-hal yang Anda sukai, apapun itu. Tak ada aturan baku dalam kepenulisan yang harus Anda patuhi. Tulis saja semuanya, hal-hal unik menggelitik, hal-hal yang secara — tidak patut untuk dibicarakan terbuka.
Jika Anda orang terpandang, ada nilai kepatutan tertentu dalam komunikasi lisan maupun tulisan. Anda sangat sering diikat oleh protokoler kedinasan atau jabatan. Anda memerlukan ruang ekspresi diri yang lebih manusiawi.
Di ruang-ruang rapat, di lingkup tugas, Anda bersikap jaim. Anda menjadi contoh teladan. Anda harus menjaga wibawa. Namun Anda akan lelah jika selalu bersikap seperti itu. Sesekali waktu Anda perlu bersantai, melalui tulisan.
Melalui tulisan, Anda bisa menciptakan suasana relaksasi. Tidak ada protokoler. Tidak ada jaim. Tidak perlu jaga wibawa. Di sesi ini, Anda bisa merasakan kelegaan dan kebebasan. Anda bisa bersantai.
Ingat, tulisan untuk relaksasi, sebagaimana untuk katarsis —tidak untuk dipublikasikan. Hanya untuk dinikmati prosesnya, dalam rangka pelepasan beban, dan dalam rangka untuk menciptakan suasana jiwa yang nyaman.
Kate McBarron dalam web Write To Relax, menyebutkan enam petunjuk untuk menulis dengan tujuan relaksasi.
- Be kind to yourself
Anda ingin menulis apa, tulis saja. Terserah Anda, sesuka Anda. Untuk tulisan relaksasi, Anda leluasa mengekspresikan suasana jiwa. Bebas merdeka.
- Break the rules
Saat belajar tata bahasa, sangat banyak aturan di dalamnya. Saat menulis skripsi atau desertasi, penuh dengan aturan baku. Untuk tulisan relaksasi, Anda boleh melanggar aturan kebakuan. Tak ada jaim di sesi ini.
- Bring a sense of fun
Tulis hal yang ringan dan lucu, hal yang menyenangkan, yang membuat Anda merasa gembira dengan menuliskannya. Jangan berlaku serius untuk tulisan jenis ini, karena tujuannya adalah relaksasi.
- Write from the heart
Pilih topik tulisan yang melibatkan suasana hati Anda yang paling dalam. Tentang kebahagiaan, tentang keceriaan, ekspresikan dari dasar hati Anda.
- Monitor your emotions
Kontrol suasana emosi Anda, apakah semakin baik dan rileks, atau sebaliknya. Jika Anda merasa suasana emosi memburuk, hentikan menulis. Jika Anda merasa bahagia dan rileks, lanjutkan menulis.
- Trust the process
Lalui proses menulis dan nikmati. Tidak cukup sekali menulis Anda bisa merasakan rileks. Anda bisa melakukan prosesi menulis untuk relaksasi secara berkala untuk melepas kepenatan jiwa Anda.
Selamat menulis dengan sepenuh kemerdekaan jiwa. Lepaskan semua beban saat menulis, agar jiwa Anda benar-benar santai di rileks. Hidup nyaman tanpa beban, karena sudah disalurkan dengan tulisan.
Ingat, tulisan jenis ini tidak untuk dipublikasikan.
Bahan Bacaan
Kate McBarron, Writing for Relaxation ‘Golden Guidelines’, www.writetorelax.com

13 Komentar
Hersanti Arnita
Terimakasih untuk motivasinya pagi ini pak cah…
Mgkin dg berlatih menulis dg tujuan relaks ini, bs membantu sy tidak formal dlm gaya kepenulisan.
Terkadang sulit meninggalkan kebiasaan. InsyaaAllah sy akan belajar.
Cahyadi Takariawan
menulis adalah memerdekakan pikiran dan perasaan….
Popon Siti Mariah
Mungkin saya harus menulis sekarang juga. Stress pagi hari ini membuat lelah jiwa raga
Cahyadi Takariawan
menulis adalah memerdekakan pikiran dan perasaan….
Muzna Nurhayati
Jazakallah. Pa Cah benar. Jika tetap akan dipublikasi apakah bisa diganti pelaku nya pak ?
Cahyadi Takariawan
ga perlu diganti…
paswulandari
Semakin tercerahkan. .terimakasih coach
Cahyadi Takariawan
yuk terus berkarya mbak…
Herlin
Terima kasih atas pencerahannya ustad
Cahyadi Takariawan
yuk terus berkarya mbak Herlin…
Esti Yuliani
Hmmm, … Oke, Pak Cah. Terima kasih.
Cahyadi Takariawan
yuk terus berkarya mbak…
Utami Irga
Terima kasih Pak Cah, selalu menginspirasi…