Dzarrah
.
Oleh: Cahyadi Takariawan
فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ
Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat dzarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya,
وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ
Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat dzarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
Al-Qur’an surat Al-Zalzalah ayat ke 7 dan 8 menggunakan kata “mitsqala dzarrah” untuk perbuatan baik maupun untuk perbuatan buruk. Tak ada perbuatan manusia yang luput dari pengetahuan Allah Ta’ala dan manusia akan mendapatkan hasil dari apapun yang dilakukan, mitsqala dzarrah.
Demikian pula firman Allah dalam surat An-Nisa’,
إِنَّ اللَّهَ لَا يَظْلِمُ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ
“Sesungguhnya Allah tidak mendzalimi meskipun seberat dzarrah” (QS. An-Nisa: 40).
Apa yang dimaksud dengan dzarrah?
Imam Ibnul Jauzi menjelaskan, yang dimaksud “mitsqal”, adalah ukuran berat. Jadi, ”mitsqala dzarrah” berarti seberat dzarrah.
Imam Ibnu Jauzi menyebutkan lima pendapat ulama tafsir mengenai makna kata “dzarrah”. Pendapat Ikrimah dari Ibnu Abbas aa, dzarrah adalah kepala semut merah.
Pendapat Yazid bin Al-A’sham dari Ibnu Abbas, dzarrah adalah butiran tanah. Ibnu Qutaibah dan Ibnu Faris menjelaskan, dzarrah adalah semut yang paling kecil.
Menurut Ats-Tsa’labi, dzarrah adalah biji khardalah —yaitu tanaman mustard. Ats-Tsa’labi, juga menyatakan, dzarrah adalah titik debu yang tampak di udara ketika ada celah dinding terkena sinar matahari.
Ibnu Abbas ra pernah memasukkan tangan ke dalam pasir, lalu meniupkannya. Ia berkata,
كل من هؤلاء مثقال ذرة
Setiap butiran debu (yang terbang akibat tiupanku) adalah dzarrah.
Pada dasarnya, dzarrah adalah istilah untuk menggambarkan sesuatu yang sangat kecil dan ringan. Dalam kitab At-Tamhid, Al-Baqilani menyebutkan al-jauhar (atom) sebagai sesuatu yang amat sangat kecil. Maka sebagian mufasir memahami dzarrah sebagai jauhar atau atom.
Sesuatu yang sangat kecil dan ringan.
Maka tak ada yang bisa disembunyikan. Sekecil dan seringan apapun amal baikmu, akan terlihat oleh Allah. Sekecil dan seringan apapun amal burukmu, juga akan terlihat oleh Allah.
Berhati-hatilah dalam keburukan. Bersemangatlah dalam memproduksi kebaikan. Walau hanya sekecil dan seringan dzarrah.
