Burhanudin Pangkalan Bun
Tarbiyah Itu Mudah

Burhanudin: Setiap Titik Interaksi Adalah Kesempatan Memengaruhi

Bagikan

Serial Arabika – Ajak, Rangkul, Bina, Kawal

@ Cahyadi Takariawan

.

Dia adalah salah satu sosok produk program Bi’tsatud Du’at, di masa-masa awal penyebaran dakwah. Dari kota Malang, ia rela ditugaskan ke Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Untuk berdakwah dan mengelola tarbiyah.

Ustadz Hilmi Aminuddin, sang mu’assis dakwah, memberikan perhatian yang sangat besar terhadap penyebaran dakwah, melalui program Bi’tsatud Du’at. Saat itu, sangat banyak da’i dan murabbi yang diutus ke daerah dan wilayah “kosong” untuk mengawali dakwah dan tarbiyah.

Salah satu kader yang ikut serta dalam program Bi’tsatud Du’at adalah lelaki yang sedang kita bahas kali ini. Namanya Burhanudin.

Dia adalah seorang dai, murabbi, suami dari satu istri dan ayah dari enam orang anak. Dia mendirikan dan mengelola Pondok Pesantren Bina Insan di Pangkalan Bun. Waktu dan tenaganya dicurahkan untuk membina para santri di Pondok Pesantren.

Di tengah kesibukannya mengelola Pesantren, dia tetap menjalankan dakwah ke masyarakat luas. Saat ini, Burhanuddin membina enam (6) kelompok UPA setiap pekan. Masih ditambah membina sembilan (9) kelompok Majelis Taklim (MT).

Burhanudin memiliki jiwa yang supel dan terbuka. Pembawaannya yang kalem namun ceria membuat  anak-anak remaja dan pemuda mudah menerima kehadiran dirinya. Ia juga berdakwah di kalangan orang dewasa, bahkan kalangan orangtua.

Dalam enam bulan terakhir, dia merekrut dua kelompok UPA baru. Terdiri dari anak remaja kelas 4 SD hingga SMP. Dimulai dari sapaan ringan setiap ketemu di jalan, Burhanudin suka membagi-bagi makanan ringan. Anak-anak muda itu diajak mengobrol santai, dan selanjutnya mengajak mereka untuk itu mengaji rutin.

Bagi Burhanudin, setiap titik interksi adalah kesempatan untuk memengaruhi. Dia menggunakan pendekatan yang disesuaikan dengan usia dan kondisi setiap kalangan. Untuk kalangan anak muda, ia menggunakan sarana mengobrol ringan, disertai camilan ringan yang sengaja disiapkan.

Saking populernya Burhanudin di kalangan anak muda, ketika mengetahui mobil sang ustadz lewat, spontan mereka memberikan salam dan melambaikan tangan. Tidak jarang mobil Burhanudin yang sedang melintas distop anak-anak muda itu, hanya sekedar ingin menjabat tangannya.

Setelah anak-anak muda itu diajak mengobrol ringan, selanjutnya diajak untuk mengikuti forum pembinaan. Dengan mudah mereka menerima ajakan itu.

Sekali dua kali pertemuan awal dibersamai Burhanudin, untuk selanjutnya forum diamanahkan kepada Murabbi lain. Tugas Burhan menghantarkan anak-anak muda ke pangkuan pembinaan.

Alhamdulillah forum-forum pembinaan itu tetap istiqamah berlangsung dengan nyaman. Walau tak semua bisa dibina langsung oleh Burhanudin yang merekrut mereka.

Burhanudin dikenal piawai merekrut mutiara-mutiara yang berserakan di jalan dakwah. Tidak sedikit mutiara-mutiara yang berjatuhan di jalan dakwah itu dipungut kembali dengan telaten. Begitu gigih Burhanudin mengajak mereka yang telah pergi untuk kembali ke pangkuan tarbiyah.

Baginya, menjalankan amanah dakwah merekrut dan membina itu tak ada yang susah. Semua mudah, sepanjang dijalankan dengan sepenuh cinta dan keikhlasan. Semboyan yang dipegang dengan kuat oleh Burhanudin adalah:

  • Merekrut itu mudah
  • Membina itu mudah
  • Kuncinya pada : “mau atau mau banget”.

Burhanudin telah membuktikan semboyan yang dipeganginya. Di sepanjang perjalanan, ia bertemu dengan banyak kalangan, dan menjadikan momentum itu untuk mengajak mereka mengikuti pembinaan.

*) Anda membina berapa kelompok UPA? Coba tuliskan kisahnya.

#TarbiyahItuMudah #TahunRekrutmenMasif #SerialArabika #IndonesiaMembina

Tinggalkan Balasan