Tarbiyah Itu Mudah

Menjadi Murabbi Itu Indah

Bagikan

🥈🇮🇩🇮🇩🇮🇩

Serial Arabika – Ajak, Rangkul, Bina, Kawal

Oleh: Agus Sugeng Widodo – Gorontalo (Membina 30 Kelompok UPA)

Apa yang saya rasakan ketika membina 30 kelompok UPA tiap pekan? Bukan capek, bukan bosan. Namun merasakan keindahan.

Mari kita renungi kandungan surah Ar-Rum ayat 30 berikut,

َأَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا ۚ فِطْرَتَ اللَّهِ الَّتِي فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا ۚ لَا تَبْدِيلَ لِخَلْقِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُون

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah yang telah Dia ciptakan manusia menurutnya. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”

Ayat ini menjelaskan bahwa ajaran Islam sesuai dengan fitrah atau naluri dasar manusia. Yaitu kecenderungan untuk mengenal, menyembah, dan taat kepada Allah. Ketika kita menjadi Murabbi, artinya kembali ke asal untuk taat kepada Allah dan mengajak orang lain dengan tujuan yang sama.

Sebagaimana ketika para perantau mudik, mereka merasakan suasana yang sangat indah dan menyenangkan. Mereka rela menghabiskan sumber daya yang diperoleh dengan perjuangan satu tahun demi bisa pulang kampung.

Mereka rela bersusah payah, terkena macet, berburu dan berebut tiket pesawat, kapal, kereta, dan berbagai rintangan lainnya. Semua kesulitan dilalui dengan ringan, demi bisa melaksanakan mudik.

Sesampai kampung halaman, sebenarnya aktivitas mudik hanya “itu itu saja”. Tapi ketika Ramadhan tiba, para perantau selalu berpikir mudik atau pulang kampung. Mengapa? Karena mudik itu menyenangkan dan penuh keindahan.

Menjadi Murrabi, artinya kembali kepada tujuan awal kita diciptakan. Seperti peristiwa mudik, pasti menyenangkan dan penuh keindahan.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku” (QS. Adz-Dzariyat : 56).

Ayat ini menjelaskan bahwa tujuan utama penciptaan manusia dan jin adalah untuk beribadah kepada Allah. Yaitu mengabdi, taat, dan menjalankan perintah-Nya dan meninggakan larangan-Nya.

Inilah esensi menjadi Murrabi. Karena kembali kepada hal asal, yaitu menjalankan perintah Allah, pastilah terasa indah.

Namun kita tidak akan bisa merasakan indahnya menjadi murabbi kecuali apabila sudah mempratekkannya. Semakin banyak yang kita bina, semakin bertambah nikmat yang dirasakan.

Ada yang bertanya kepada saya, apakah tidak capek membina 30 kelompok UPA setiap pekan? Alhamdulillah sama sekali tidak ada rasa bosan, capek dan jenuh. Yang ada hanya rasa bahagia, indah dan ingin terus menambah binaan.

Sebelum ini, ketika saya masih bekerja profesional, sudah membina 10 kelompok majelis pembinaan. Setelah resign dari pekerjaan, dan fokus menjadi Murabbi, ternyata terasa jauh lebih indah dari jabatan apapun di dunia ini.

Maka merugilah orang yang tidak membina dan tidak menjadi murabi, karena tidak merasakan keindahan yang luar biasa.

*) Anda membina berapa kelompok UPA? Coba tuliskan kisahnya.

Mari bergabung dalam channel FORUM MURABBI NASIONAL
https://whatsapp.com/channel/0029Vb7yGXzBfxo0Ov86ST1c

Tinggalkan Balasan